DPN Demo Disdik kota Medan

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID — Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN) bersama elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Aksi menuntut transparansi tata kelola pendidikan ini sempat diwarnai kericuhan.

Ketegangan bermula ketika seorang pria yang diduga sebagai preman muncul di tengah massa aksi. Massa mencurigai pria tersebut merupakan orang suruhan pihak dinas untuk mengintimidasi para demonstran.

Ketua Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Reza Nasution, menyayangkan insiden tersebut. Ia menuding pihak Dinas Pendidikan sengaja membenturkan massa aksi dengan kelompok preman bermodus staf dinas.

“Dewan Peduli Negeri telah dibenturkan oleh preman Dinas Pendidikan yang mengatasnamakan staf. Tapi saat dikonfirmasi, Kabag Umum sendiri tidak mengetahui itu dari bagian apa,” ujar Reza di sela-sela aksi, Kamis (11/6).

Meski mendapat intimidasi, Reza menegaskan bahwa massa aksi tidak akan mundur. Mereka berkomitmen untuk tetap bertahan di lokasi hingga mendapatkan penjelasan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan.

“Siapapun dan dimanapun, kami akan bertahan di sini hingga ada kepastian dan Kepala Dinas memunculkan kepalanya. Atau, kami akan langsung mendatangi Wali Kota Medan,” tegas Reza.

Baca Juga :  Kejari Medan Sebut SPDP Kasus Anggota DPRD Medan AT Belum Diterima

Ia juga meminta seluruh massa aksi untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. “Ada upaya mereka menantang dan memancing emosi demonstran. Pastikan kita terkendali, aksi kita adalah aksi damai. Jangan pancing kami dengan kegaduhan,” serunya di hadapan massa yang disambut teriakan, “Hidup buruh! Hidup mahasiswa!”

Dalam unjuk rasa tersebut, koalisi masyarakat sipil ini membawa tiga tuntutan utama terkait dugaan permasalahan pengadaan atribut sekolah dan karut-marut tata kelola pendidikan di Kota Medan:

1. Transparansi Penghentian Penyelidikan Korupsi Atribut Sekolah Massa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) membuka secara transparan dasar hukum penghentian penyelidikan perkara dugaan korupsi pengadaan atribut sekolah. Mereka meminta kejelasan apakah kesimpulan nihil kerugian negara tersebut sudah berdasarkan audit resmi BPK atau BPKP.

Selain itu, massa mempertanyakan hasil pemeriksaan terhadap pihak rekanan, yakni CV Anugerah Perdana Lestari dan CV Roya Deli. DPN menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapus unsur pidana jika ditemukan perbuatan melawan hukum (Pasal 184 KUHAP & UU Tipikor). Jika ada bukti baru (novum), kasus ini harus dibuka kembali.

Baca Juga :  Resmi Dibuka, Coffee 88 Tawarkan Menu Lezat Harga Berkawan di Pusat Kota Medan

2. Bersihkan PPDB dari Praktik “Murid Siluman” Massa mendesak Dinas Pendidikan menjamin proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP bersih dari praktik titipan, siswa “siluman”, maupun manipulasi data yang merugikan hak calon peserta didik lain.

3. Hapuskan Monopoli Penjualan Seragam Bermodus Koperasi DPN menolak keras praktik komersialisasi pendidikan melalui penjualan atribut sekolah (seragam, pramuka, dan simbol) yang diwajibkan lewat koperasi sekolah. Mereka meminta wali murid diberikan kebebasan penuh membeli seragam di luar sekolah sesuai kemampuan ekonomi mereka. “Pendidikan tidak boleh menjadi ladang bisnis yang memberatkan masyarakat,” tulis pernyataan sikap mereka.

Aksi unjuk rasa ini bergerak bersama dalam satu gelombang yang didukung oleh berbagai aliansi, antara lain KSPSI AGN SUMUT, Persatuan Buruh (PRABU), Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Aliansi Wartawan Sumatera (AWAS), Ojol Buruh Bersatu (OBB), Serikat Nelayan dan Petani, Front Peduli Wanita, serta Dewan Mahasiswa Sumatera (DEMASU).

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun insiden dugaan intimidasi di lapangan.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tersangka Penyerangan PT Belawan Indah Ditahan, Darmawan Yusuf: Tidak Ada yang Kebal Hukum!
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi PT BSI KCP Tanjungbalai, Siap Bersinergi Bersama Pemko Tanjungbalai
Baru 3 Bulan Bebas Terduga Residivis Curi Handphone Senilai Rp1,5 Juta Kini Masuk Kehotel Prodeo Kembali
Dugaan Makelar Proyek di Perkim Medan, Pendawa Minta Wali Kota Copot Oknum Bermain PL!
Pemkab Deli Serdang Dukung Pelestarian Budaya Karo
Polres Sergai Bongkar Dugaan Pupuk Oplosan Merek Naga Mas, 4 Tersangka Diamankan
Pemkab Deli Serdang bersama Polrestabes Medan Gandeng Perangkat Desa Berantas Narkoba 
Bupati Deli Serdang Resmikan Jalan Kompos Menuju Pasar V Paya Bakung Sepanjang 
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Tersangka Penyerangan PT Belawan Indah Ditahan, Darmawan Yusuf: Tidak Ada yang Kebal Hukum!

Kamis, 5 November 2026 - 21:19 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi PT BSI KCP Tanjungbalai, Siap Bersinergi Bersama Pemko Tanjungbalai

Kamis, 5 November 2026 - 20:14 WIB

Baru 3 Bulan Bebas Terduga Residivis Curi Handphone Senilai Rp1,5 Juta Kini Masuk Kehotel Prodeo Kembali

Kamis, 5 November 2026 - 18:01 WIB

Dugaan Makelar Proyek di Perkim Medan, Pendawa Minta Wali Kota Copot Oknum Bermain PL!

Kamis, 5 November 2026 - 12:11 WIB

Pemkab Deli Serdang Dukung Pelestarian Budaya Karo

Berita Terbaru

Daerah

Pemkab Deli Serdang Dukung Pelestarian Budaya Karo

Kamis, 5 Nov 2026 - 12:11 WIB