TEMANGGUNG, SUARASUMUTONLINE.ID – Dalam upaya mendorong pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, sebuah inisiatif kreatif resmi dihadirkan bagi masyarakat Jawa Tengah.
Kegiatan bertajuk “Kilau Jelantah: Dari Sisa Jadi Bisa” ini dikemas dalam bentuk pelatihan praktis yang menyasar langsung para ibu rumah tangga. Jumat (22/5).
Program edukatif ini memfokuskan kegiatannya melalui workshop lilin aroma terapi dari jelantah di Temanggung, yang dirancang sebagai solusi aplikatif atas problem limbah domestik. Melalui agenda ini, sisa minyak goreng yang biasanya dibuang kini disulap menjadi komoditas kreatif yang bernilai estetika tinggi.
Menyemai Semangat Sirkular di Pasar Papringan
Pemilihan lokasi acara dinilai sangat strategis dan menyatu dengan kearifan lokal. Penyelenggara sengaja menggelar workshop lilin aroma terapi dari jelantah di Pasar Papringan, sebuah ruang publik ikonik yang terletak di tengah rimbunnya rumpun bambu Dusun Ngadiprono, Kecamatan Kedu.
Pasar Papringan yang dikenal inklusif dan hidup menjadi wadah yang sangat tepat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif seputar ekonomi sirkular dan kemandirian ekonomi perempuan.
Di bawah supervisi Spedagi sebagai organisasi pendamping komunitas, serta dukungan dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), program pemberdayaan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem lokal.
Solusi Lingkungan dan Bahaya Kesehatan
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Indonesia menghasilkan sekitar 4,4 juta kiloliter minyak jelantah setiap tahunnya, namun hanya sebagian kecil yang dikelola dengan benar.
Sisa minyak yang dibuang sembarangan berpotensi merusak sanitasi lingkungan. Di sisi lain, penggunaan jelantah secara berulang juga mengancam kesehatan karena memicu zat radikal bebas yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker.
Hadirnya agenda workshop lilin aroma terapi dari jelantah di Temanggung ini memberikan alternatif pemanfaatan limbah yang aman. Para peserta diajak memproduksi lilin dari hari pertama melalui metode interaktif dan berbasis praktik langsung.
Praktik Mandiri dan Pengenalan Pasar Digital
Seluruh tahapan produksi diajarkan secara transparan oleh para fasilitator berpengalaman, meliputi:
- Proses pengumpulan dan penyaringan mandiri minyak bekas.
- Teknik penjernihan dan pencampuran bahan alami serta esens aroma terapi.
- Proses pencetakan dan teknik pengemasan (packaging) produk yang menarik.
Tidak hanya teknis produksi, rangkaian workshop lilin aroma terapi dari jelantah di Pasar Papringan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi edukatif mengenai dasar-dasar pemasaran digital melalui media sosial.
Langkah ini penting agar produk rumahan yang dihasilkan oleh ibu-ibu tersebut memiliki daya saing dan dapat dipasarkan secara luas sebagai modal usaha mikro baru.
Saat kegiatan berakhir, seluruh peserta dapat membawa pulang produk lilin aroma terapi buatan mereka sendiri sebagai stimulan untuk mulai mempraktikkannya secara mandiri di rumah masing-masing.
Tentang Kilau Jelantah
Kilau Jelantah adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yang berfokus pada pemanfaatan limbah minyak goreng rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.
Dengan slogan “Dari Sisa Jadi Bisa”, gerakan ini berkomitmen memperluas edukasi lingkungan dan membuka peluang usaha kreatif bagi ibu-ibu rumah tangga di Temanggung, Jawa Tengah.
Kontak Media: Rahel Tania Pertiwi (raheltania99@gmail.com / +6285694441346)









