Penurunan Komisi Ojol Berpotensi Merusak Pasar

- Jurnalis

Kamis, 3 Juli 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,SUARASUMUTONLINE.ID-Wacana penurunan komisi untuk layanan ojek daring (ojol) dinilai tidak perlu dilakukan dan justru berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap seluruh ekosistem industri ride hailing, termasuk mitra pengemudi, konsumen, hingga perusahaan aplikator.

Ekonom Prasasti Policy Center, Piter Abdullah menilai, tidak perlu ada perubahan besaran komisi sesuai dengan aturan berlaku saat ini di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sebab, saat ini pemerintah sudah mengatur maksimal komisi untuk aplikasi, dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 1001 Tahun 2022 yang mengatur aplikasi hanya boleh mengenakan komisi maksimal 20 persen dari pengemudi.

Baca Juga :  Defisit APBN Bayangi Target 3 Persen, Menkeu Buka Opsi Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis

“Driver itu sudah punya pilihan (aplikator lain) yang memberikan komisi yang lebih rendah. Kalau kita analogikan aplikator sebagai mal, dan driver sebagai tenant. Kan enggak mungkin saya menyamakan sewa Mall Pondok Indah dengan sewa lapak di Mall Kalibata,”kata Piter dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (3/7).

Baca Juga :  Ini Peran Web Developer di Era Persaingan Global di Tanah Air

Lanjut Piter, bila masyarakat ingin layanan yang lebih bagus maka akan disuguhkan tempat yang lebih baik.

“Kalau semua diseragamkan tidak memperdulikan kualitas layanan, itu bisa merusak industri,” jelasnya.

Di sisi lain, Piter juga mengatakan bahwa penurunan komisi sebetulnya tidak berkorelasi positif dengan peningkatan pendapatan driver, sebab akan berpotensi menurunkan permintaan konsumen karena adanya kenaikan biaya perjalanan.int

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PB Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut Teken MoU, Siap Dorong UMKM Binaan Naik Kelas
Paket Trekking Orangutan 2 Hari atau 3 Hari di Bukit Lawang, Mana yang Cocok untuk Perjalananmu?
Mau Puas Kulineran di Medan? Simak 5 Tips Menjelajah Banyak Spot dalam Satu Hari
Ini Peran Web Developer di Era Persaingan Global di Tanah Air
Subs4unlock.id: Solusi File Lock Terbaik untuk Melejitkan Interaksi Media Sosial Creator
BBM Solar B50 Resmi Disalurkan, Harga Subsidi Tetap Rp6.800 per Liter
PT Socfindo Indonesia Patuh Terhadap Aturan dan Mengedepankan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Grend Opening Ombak Kupie ” Utamakan Pelayanan dan kualitas Menu”
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:56 WIB

PB Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut Teken MoU, Siap Dorong UMKM Binaan Naik Kelas

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Paket Trekking Orangutan 2 Hari atau 3 Hari di Bukit Lawang, Mana yang Cocok untuk Perjalananmu?

Minggu, 13 September 2026 - 15:13 WIB

Mau Puas Kulineran di Medan? Simak 5 Tips Menjelajah Banyak Spot dalam Satu Hari

Sabtu, 12 September 2026 - 23:42 WIB

Ini Peran Web Developer di Era Persaingan Global di Tanah Air

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Subs4unlock.id: Solusi File Lock Terbaik untuk Melejitkan Interaksi Media Sosial Creator

Berita Terbaru

Medan

Walikota Medan Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:02 WIB