TAPANULI SELATAN, SUARASUMUTONLINE.ID- Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI tengah menyelidiki dugaan korupsi pembangunan gedung Cipta Karya di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain di DKI, kejaksaan juga disebut tengah mendalami soal proyek-proyek Cipta Karya di Sumut.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pendalaman hal tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.
“Iya dan itu prosesnya sudah dimulai oleh kejaksaan, kita support lah. Iya, Kejati Sumut,” kata Dody saat diwawancarai usai sahur bersama dengan masyarakat di huntara Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (9/3)
Meski begitu, Dody enggan menjelaskan lebih lanjut soal ‘bersih-bersih’ di Cipta Karya Sumut yang dimaksudnya iu.
“Saya malah nggak tau spill-annya,” jelasnya.
Terkait dengan dugaan korupsi yang tengah diselidiki Kejati DKI Jakarta, Dody mengatakan pihaknya menyerahkan penanganannya kepada pihak kejaksaan.
“Kalau itu (Cipta Karya) sedang berproses di inspektorat jenderal. Kalau sudah masuk ke aparat penegak hukum, biarlah prosesnya di aparat penegak hukum, tapi apapun saya kerjakan pasti harus lapor ke Pak Presiden, saya berkonsultasi dengan Pak Presiden,” sebutnya.
Dody menyebut bahwa bersih-bersih di jajaran itu merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto sejak awal dirinya menjabat sebagai Menteri PU. Dody mengaku tidak mentoleransi adanya anggota yang melanggar aturan, apalagi sampai melakukan korupsi. Dia juga mengaku sudah kerap mengingatkan soal korupsi itu kepada anak buahnya.
“Setiap saat saya memberikan arahan kepada jajaran saya, saya selalu mengatakan ‘hadirkanlah tuhan di dalam hati kalian semua karena kita ini bekerja untuk rakyat’. Jadi, jangan sampai kita mengambil keuntungan pribadi atas pekerjaan, apalagi saat kita masuk ke area bencana, karena itu sangat tidak pas, baik secara kepribadian. Kalau ngambil uang rakyat itu kan mau dipakai apa. Itu arahan Pak Presiden dari awal, saya diminta tegas untuk bersih-bersih. Arahan beliau pertama itu bukan saya kerja bangun ini itu, nggak,” pungkasnya
Penulis : Yuli









