Membangun Karakter Utama: Mempresisi Jalan Rakyat Adil Makmur

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mempresisi jalan rakyat yang adil dan makmur berarti memastikan terwujudnya Indonesia yang sejahtera dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai negara merdeka, cita-cita itu hanya akan tercapai jika bangsa ini mandiri, bermartabat, dan berdaulat.

Puncak kehormatan tertinggi sebuah bangsa adalah ketika rakyatnya bangga memiliki generasi penerus yang maju, berakhlak, dan beradab. Inilah medali terindah bagi para pendiri bangsa.

Sebaliknya, ketika pemimpin larut dalam kepentingan oligarki dan mengabaikan rakyat, cita-cita kemerdekaan hanya akan menjadi utopia.

Paradoks Kemerdekaan di Usia ke-81
Di usia kemerdekaan yang telah menginjak 81 tahun, Pancasila sebagai kompas moral dan etika bangsa belum berfungsi optimal. Program Revolusi Mental yang digagas tahun 2014 pun terpental karena minimnya komitmen pada jalan kebenaran.

Baca Juga :  Urgensi Menghidupkan (Kembali) Siskamling

Ini menjadi paradoks serius: antara retorika janji kemerdekaan dan realitas di lapangan yang dampaknya masih dirasakan rakyat hingga hari ini.

Gagasan Kecerdasan Kolektif dari UGM
Sebagai respons terhadap krisis kepemimpinan nasional, gagasan Prof. Dr. Ir. Soedjarwadi, M.Sc., mantan Rektor UGM, relevan untuk dihidupkan kembali.

Dalam Seminar Nasional Kagama 2012 bertajuk “Membangun Peradaban Nusantara sebagai Perekat Kebhinekaan Indonesia”, beliau menekankan pentingnya membangkitkan collective intelligence atau kecerdasan kolektif.

Krisis kepemimpinan saat ini ditengarai kuat akibat kecenderungan oligarkis yang mengabaikan kepentingan rakyat sejak era reformasi.

Krisis ini mengancam cita-cita proklamasi dan membuat Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tidak berfungsi optimal.

Baca Juga :  SANEPO - SANG SEJATI TERSAMARKAN

Untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat, “Jalan Rakyat Adil Makmur” menuntut refleksi serius. Bangsa ini membutuhkan gerakan berbasis kecerdasan kolektif untuk menyelamatkan masa depan NKRI.

Kesimpulan: Gerakan Kebenaran dari Kesadaran Kolektif
Gerakan Kebenaran harus bertumpu pada partisipasi aktif masyarakat demi mewujudkan keadilan sosial. Perubahan transformatif ini menuntut ketahanan mental dan akuntabilitas moral yang tinggi dari pemegang kekuasaan.

Tantangan utamanya adalah menerjemahkan nilai-nilai idealis ke dalam kebijakan publik yang konkret melalui peta jalan yang jelas.

Mari bangun karakter utama. Mari kembalikan arah Jalan Rakyat Adil Makmur melalui Gerakan Kebenaran yang dimulai dari kesadaran kolektif hari ini.

 

Penulis : S. Purwadi Mangunsastro_Ketua Yayasan Al-Farizi Nusantara_

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjemput “Kalasuba” dan “Malaikat Badar” di Tengah Bayang-bayang Transisi Kekuasaan
Butuh Konsolidasi Politik Menuju Kembalinya UUD 1945 Asli
Restorasi Karakter: Jalan Tengah Menyelamatkan Peradaban Indonesia
Dari Hegemoni ke Multipolar: Purwadi Mangunsastro Sorot Kedaulatan Ekonomi RI Sambut “Indonesia Emas”
PERIODE TRANSISI: Rekonstruksi Menuju Kedaulatan Bangsa yang Holistik
Polemik Retribusi Parkir di Daerah
H Andre Renardi Nasution Raih Gelar Doctor Dengan Predikat Magna Cumlaude.
Anatomi Kepemimpinan “Auto-Pilot”: Setahun Letnan-Levi dan Pertaruhan Marwah Padangsidimpuan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:44 WIB

Membangun Karakter Utama: Mempresisi Jalan Rakyat Adil Makmur

Senin, 22 Juni 2026 - 21:16 WIB

Menjemput “Kalasuba” dan “Malaikat Badar” di Tengah Bayang-bayang Transisi Kekuasaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WIB

Butuh Konsolidasi Politik Menuju Kembalinya UUD 1945 Asli

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Restorasi Karakter: Jalan Tengah Menyelamatkan Peradaban Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:58 WIB

Dari Hegemoni ke Multipolar: Purwadi Mangunsastro Sorot Kedaulatan Ekonomi RI Sambut “Indonesia Emas”

Berita Terbaru