Produksi Miniatur Kapal Tembus 50 Unit per Bulan, Pendampingan Polmed Perkuat Rumah Pengrajin Bahagia

- Jurnalis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulfansyah bersama miniatur kapal dan lampion kayu produksi Rumah Pengrajin Bahagia di Deli Serdang. Foto: Dokumentasi Tim PKM Politeknik Negeri Medan

Zulfansyah bersama miniatur kapal dan lampion kayu produksi Rumah Pengrajin Bahagia di Deli Serdang. Foto: Dokumentasi Tim PKM Politeknik Negeri Medan

DELI SERDANG, SUARASUMUTONLINE.ID – Bengkel sederhana Rumah Pengrajin Bahagia kini mampu menghasilkan 30 hingga 50 miniatur kapal kayu setiap bulan. Angka tersebut meningkat sedikitnya dua kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya yang rata-rata hanya mencapai 15 unit per bulan. Perubahan itu berlangsung setelah tim pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Medan (Polmed) memadukan modernisasi alat produksi dengan pendampingan pencatatan keuangan di usaha milik Zulfansyah Damanik. Senin (20/10/2025).

Peningkatan kapasitas bukan satu-satunya hasil. Evaluasi pada tiga bulan awal penerapan program menunjukkan omzet usaha naik sekitar 25-30 persen. Penggunaan alat yang lebih presisi juga menurunkan kerusakan dan pemborosan bahan kayu sekitar 15-20 persen. Bagi usaha kerajinan yang mengandalkan detail dan ketelitian, perbaikan ini membuat pengerjaan pesanan menjadi lebih cepat sekaligus menjaga mutu produk tetap seragam.

Rumah Pengrajin Bahagia telah dirintis sejak 2009. Zulfansyah mengembangkan miniatur kapal dan lampion kayu dengan menggabungkan keterampilan kerajinan tangan, inspirasi warisan maritim Indonesia, dan pemanfaatan potongan kayu serta bambu. Karakter buatan tangan memberi setiap produk nilai artistik, tetapi cara kerja yang dominan manual sebelumnya membatasi jumlah pesanan yang dapat diselesaikan tepat waktu.

Pada asesmen awal, sejumlah pekerjaan presisi masih dikerjakan dengan alat sederhana. Proses pemotongan, penghalusan, dan pengukiran membutuhkan waktu panjang, sedangkan hasil akhirnya belum selalu konsisten. Di sisi lain, pengelolaan keuangan baru sebatas catatan pemasukan dan pengeluaran. Kondisi itu menyulitkan pemilik usaha menghitung biaya produksi, mengetahui laba yang sebenarnya, menentukan harga jual, dan merencanakan pembelian bahan baku.

15 menjadi 30-50 unit/bulan  |  omzet +25-30%  |  kerusakan bahan turun 15-20%

Tim Polmed kemudian menjalankan program secara partisipatif, dimulai dari observasi kebutuhan, pelatihan, penerapan alat, hingga monitoring. Dukungan produksi mencakup jigsaw elektrik, ketam kayu elektrik, mesin bais duduk, dan peralatan ukir modern. Pelaku usaha tidak hanya menerima peralatan, tetapi juga dibimbing mengenai penggunaan, perawatan, pengendalian kualitas, serta cara mengurangi pemborosan bahan baku.

Baca Juga :  Pemko Tanjungbalai Bersama Forkopimda upah-upah WaliKota Mahyaruddin Salim 

Hasilnya terlihat pada alur kerja bengkel. Pemotongan dan penghalusan kayu dapat dilakukan lebih cepat, detail ukiran menjadi lebih rapi, dan ukuran produk lebih konsisten. Kapasitas yang bertambah memberi ruang bagi Rumah Pengrajin Bahagia untuk melayani lebih banyak pesanan, termasuk permintaan dari luar daerah, tanpa mengorbankan karakter handmade yang menjadi kekuatan produknya.

Pendampingan dilakukan melalui praktik langsung agar pencatatan transaksi dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Foto: Dokumentasi Tim PKM Politeknik Negeri Medan

Transformasi juga terjadi di balik meja pencatatan. Melalui latihan berbasis transaksi nyata, Zulfansyah dibimbing mencatat pembelian bahan, biaya operasional, dan pendapatan penjualan setiap hari. Catatan tersebut kemudian diolah menjadi laporan laba rugi bulanan dan arus kas sederhana. Dengan data yang lebih tertib, keputusan mengenai harga, jumlah produksi, dan kebutuhan bahan tidak lagi semata-mata mengandalkan perkiraan.

Baca Juga :  Komisi E DPRD Sumut Temukan Kondisi Panti Sosial Siantar "Darurat", Atap Bocor hingga Anggaran Kosong

Kombinasi antara mesin dan pembukuan menjadi pembeda utama program ini. Peralatan memperkuat kemampuan produksi, sedangkan laporan keuangan membantu memastikan kenaikan aktivitas benar-benar memberikan keuntungan. Pembukuan yang lebih akuntabel juga dapat menjadi modal penting saat usaha membutuhkan akses pembiayaan formal untuk menambah kapasitas atau mengembangkan variasi produk.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang diketuai Rihat Sebayang, S.T.,M.T dengan anggota Marlya Fatira AK, S.E., M.Si, Dr. Surya Dharma, S.T., M.T, Eli Safrida, S.E., M.Si dan Anita Putri, S.E., M.Si.

Pendekatan pendampingan dipilih agar pelaku usaha terlibat dalam setiap tahap dan mampu melanjutkan praktik produksi serta pengelolaan keuangan secara mandiri setelah program berakhir.

Ke depan, konsistensi pencatatan bulanan, perawatan mesin, dan pemasaran digital menjadi agenda penting agar pertumbuhan usaha tetap terjaga. Pengalaman Rumah Pengrajin Bahagia menunjukkan bahwa penguatan UMKM kerajinan tidak cukup hanya dengan menambah alat. Produktivitas akan lebih berkelanjutan ketika peningkatan teknologi berjalan bersama disiplin manajemen dan kemampuan membaca data usaha.

Program tersebut didukung melalui dana DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun 2025. Bagi Polmed, pendampingan ini sekaligus menjadi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diarahkan pada solusi terukur bagi usaha lokal: memperbaiki proses kerja, memperkuat akuntabilitas, dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih kompetitif.

Editor : Rhm

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Kegiatan, Dua Kepedulian: PSI Sergai Tanam Pohon dan Berbagi untuk Warga Teluk Mengkudu
Truk Pengangkut Kayu Pinus Masih Melintas di Simalungun, Kapolda Sumut Diminta Bertindak
Sejarah Baru Fiskal: Belanja Negara 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Pertama Kali Lampaui Rp 4.000 Triliun
Belasan Excavator Beroperasi di Sungai Bubu, Komandan Madina Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Tindak
Alun-alun Pagar Merbau dan Sibiru-biru Deli Serdang Resmi di Bangun
Eks Kadisdik Langkat Saiful Abdi Divonis 7 Tahun Dalam Kasus Korupsi Smartboart Rp29,5 Miliat
Bupati Deli Serdang Dukung Kolaborasi FKG USU untuk Desa Binaan
Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Resmi di Mekarkan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:15 WIB

Satu Kegiatan, Dua Kepedulian: PSI Sergai Tanam Pohon dan Berbagi untuk Warga Teluk Mengkudu

Sabtu, 26 September 2026 - 13:11 WIB

Sejarah Baru Fiskal: Belanja Negara 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Pertama Kali Lampaui Rp 4.000 Triliun

Sabtu, 26 September 2026 - 13:02 WIB

Belasan Excavator Beroperasi di Sungai Bubu, Komandan Madina Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Tindak

Kamis, 24 September 2026 - 19:56 WIB

Alun-alun Pagar Merbau dan Sibiru-biru Deli Serdang Resmi di Bangun

Kamis, 24 September 2026 - 18:02 WIB

Eks Kadisdik Langkat Saiful Abdi Divonis 7 Tahun Dalam Kasus Korupsi Smartboart Rp29,5 Miliat

Berita Terbaru