KPK Ingatkan DPRD Sumut : Kita Sudah Pernah Tangkap Satu Gerbong Anggota DPRD, Sumut Propinsi Darurat Korupsi

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN SUARASUMUTONLINE.ID –KPK ingatkan DPRD Sumatera Utara, kita sudah pernah tangkap 1 gerbong anggota DPRD Sumut, Pimpinan KPK Johanis Tanak,menyampaikan pesan menyentuh dan penuh ketegasan saat kegiatan rapat koordinasi pemerintah daerah dan KPK diruang rapat paripurna Gedung DPRD,Selasa (30/9/2025).

Dalam forum resmi yang dihadiri para pimpinan dan anggota DPRD Sumatera Utara serta Gubsu Bobby Nasution, Johanis menyerukan komitmen bersama untuk tidak memberi ruang bagi korupsi di pemerintahan.

Dengan bahasa lugas dan membumi,Johanis menyampaikan bahwa korupsi bukan sekedar pelanggaran hukum, melainkan penghianatan terhadap amanah rakyat dan tanggungjawab moral sebagai penyelenggara negara.

“Jangan sampai kita memberi makan anak dan keluarga dari uang yang haram, hasil kejahatan korupsi.Itu sama saja menukar air susu ibu yang suci dengan uang kotor. Apakah itu layak?” Ucapnya pada forum tersebut.

Johanis mengulas sejarah panjang upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, mulai dari era Presiden Soekarno hingga kini. Ia mengingatkan bahwa hukuman mati pernah diterapkan pada era awal kemerdekaan sebagai bentuk ketegasan negara terhadap korupsi, Sayangnya praktik busuk itu masih saja terus berlangsung hingga kini.

Baca Juga :  Pendapatan Sumut Naik Rp1,29 Triliun, Belanja Daerah Tembus Rp13,337 Triliun

“Dulu, seorang Menteri Bank Indonesia dihukum.mati karena korupsi.Presiden saat itu, Bung Karno, sampai.menyatakan,negara dalam keadaan darurat karena maraknya korupsi,”Ujar nya.

Ia mendorong agar penegakan hukum hari ini tidak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku korupsi, termasuk pejabat tinggi sekalipun, “Jangan sampai ketakutan mengakkan hukum membuat rakyat semakin kehilangan harapan”, tuturnya.

Ia juga turut mengkritik tajam gaya hidup para pejabat yang masih mengejar kekayaan melalui cara-cara tidak halal, padahal sudah mendapatkan fasilitas lengkap dari negara.

“Sudah diberi rumah, mobil,gaji besar, tapi masih korupsi. Sementara rakyat banyak yang tidur dibawah jembatan, makan pun susah. Ini bukan karena negara kita miskin, tapi karena kita, penyelenggara negara yang serakah,” katanya.

Johanis menceritakan pengalamannya saat dia menjadi jaksa, dan pejabat yang hidup sederhana, meski sempat ditawari suap hingga ratusan milyar rupiah.

“Kalau saya mau kaya dari korupsi, bisa saja, Tapi saya tau, semua itu akan saya tinggalkan di dunia. Rezki yang halal lebih barokah” ucapnya.

Kepada para anggota DPRD, Johanis mengingatkan agar menjalankan tugas dengan penuh integritas , terutama saat menyetujui anggaran.

Baca Juga :  Jalin Koordinasi dan Kelembagaan, Pimpinan PT Bank Mandiri Regional I Bertemu Kajatisu

“Kalau ketok palu saja pakai imbalan, itu sudah korupsi. Kalau KPK mendapat laporan, tidak akan konpromi. Kita sudah pernah tangkap satu gerbong anggota DPRD, ini fakta,” ucapnya.

Di bagian akhir pidatonya, Johanis menyentuh sisi kemanusian, ia menyampaikan bahwa korupsi tidak hanya merusak pembangunan, tapi masa depan anak-anak pelaku Itu sendiri.

“Saya liat sendiri, anak-anak pelaku korupsi malu ke sekolah. Istrinya pun meninggalkan mereka saat di penjara. Jadi untuk apa uang haram itu? Mau dibawa keliang kubur?, katanya dengan nada pilu.

Johanis mengajak semua pejabat dan masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai kejujuran, bekerja dengan niat baik, dan menjaga amanah rakyat.

“Saya hanya bisa mengingatkan. Jangan nanti saat sudah ditangkap, baru menyesal karena kehilangan segala harta, jabatan, keluarga,” katanya.

Ketua DPRD Sumut Erni Arianti Sitorus dalam.sambutannya berharap, Sumut mampu menjadi contoh pemberantasan korupsi. Dengan begitu, Sumut bisa zero korupsi untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Red

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERUMDA Tirtanadi Bantah Ada Titipan Dalam tender Meteran Air Rp 20 Miliar
9 Bedah Rumah di Tanjung Morawa Diserahkan, Asri Ludin Tambunan : Hak Milik Diberikan dan PBB Nol Rupiah
Rumah Buruh Cuci Dibedah, 2 Anaknya Diberikan Pekerjaan oleh Asri Ludin Tambunan
Presiden Prabwo Siapkan Surat Pemberhentian Listyo Sigit
Polri Terapkan Tiga Pasal Terhadap Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Resmi Dikukuhkan! H. Ikhwanuddin Nasution Ketua MUI Simalungun 2026-2031
BREAKING: Bareskrim Tetapkan Mantan Kapolri LSP Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Polres Labusel Tangkap Enam Pria Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Sita 119,57 Gram Sabu
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:06 WIB

PERUMDA Tirtanadi Bantah Ada Titipan Dalam tender Meteran Air Rp 20 Miliar

Rabu, 4 November 2026 - 13:03 WIB

9 Bedah Rumah di Tanjung Morawa Diserahkan, Asri Ludin Tambunan : Hak Milik Diberikan dan PBB Nol Rupiah

Rabu, 4 November 2026 - 13:01 WIB

Rumah Buruh Cuci Dibedah, 2 Anaknya Diberikan Pekerjaan oleh Asri Ludin Tambunan

Rabu, 4 November 2026 - 13:00 WIB

Presiden Prabwo Siapkan Surat Pemberhentian Listyo Sigit

Rabu, 4 November 2026 - 12:57 WIB

Polri Terapkan Tiga Pasal Terhadap Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru