Demo Cabdis Pendidikan Tapteng Memanas, Massa Desak Bobby Nasution Copot Ahmad Dasuki

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULI TENGAH, SUARASUMUTONLINE.ID –Massa Gerakan Masif Perjuangan Rakyat (Gempar) dan Forum Masyarakat Adil Untuk Semua (Formas) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X di Jalan Basri Hutagalung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (21/5).

Mereka mendesak Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Nasution, dan Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, agar segera mencopot Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah X Tapteng-Sibolga, Ahmad Dasuki Siregar.

Aksi demonstrasi yang mendapat pengamanan dari Kepolisian Resor Tapanuli Tengah itu dipimpin Simon Situmorang, Edyanto Simatupang, dan Irwansyah Daulay.

Kedua aliansi membeberkan bahwa Ahmad Dasuki diduga melakukan pungutan liar (pungli) dana BOS sebesar Rp25.000 dari setiap murid di seluruh SMK dan SMA di Kota Sibolga serta Kabupaten Tapteng.

Selain itu, Kacabdis juga diduga melakukan intervensi terhadap seluruh kepala sekolah penerima dana pembangunan revitalisasi gedung sekolah.

Simon Situmorang dalam orasinya meminta Bobby Nasution dan Kepala Dinas Pendidikan Sumut segera mencopot Ahmad Dasuki Siregar dari jabatannya sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X.

Ia menegaskan Ahmad Dasuki diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan modus memeriksa sejumlah kepala sekolah SMK, SMA negeri, dan swasta penerima dana BOS, lalu menjual nama institusi penegak hukum dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut.

Baca Juga :  Banjir Tanjung Pura Makin Parah, Jalinsum Lumpuh Total

“Setelah melakukan pemeriksaan, oknum Kacabdis menekan setiap kepala sekolah agar mengeluarkan uang sebesar Rp25.000 dari setiap jumlah siswa dan siswi penerima dana BOS,” ujarnya.

Sementara itu, Edyanto Simatupang dalam orasinya mengungkapkan Kacabdis diduga melakukan intervensi terhadap kepala sekolah penerima dana revitalisasi, baik di tingkat SMK maupun SMA.

Setiap kepala sekolah penerima dana revitalisasi disebut ditekan dan diinstruksikan menggunakan konsultan perencana, konsultan pengawas, hingga pelaksana pekerjaan di lapangan yang merupakan pilihan Kacabdis.

“Bila instruksi itu dijalankan, kepala sekolah hanya duduk manis dan menerima fee sebesar 10 persen,” katanya.

Irwansyah Daulay menambahkan, sejak Ahmad Dasuki menjabat Kacabdis Pendidikan Wilayah X, tidak ada ruang aman dalam pelaksanaan pembangunan revitalisasi dan penggunaan dana BOS akibat tekanan serta intervensi.

“Maka dengan adanya aroma dugaan intervensi dan pungli terhadap dana BOS, kami hadir di Kantor Cabang Dinas Pendidikan ini dan meminta penjelasan langsung dari Dasuki Siregar selaku pimpinan tertinggi di kantor ini,” katanya.

Usai penyampaian orasi, salah seorang peserta aksi, Juan F Lumbangaol, membacakan lima poin tuntutan aksi.

1. Meminta Bobby Nasution segera mencopot Ahmad Dasuki Siregar terkait dugaan intervensi terhadap kepala sekolah SMA dan SMK negeri maupun swasta dalam pengelolaan dana BOS serta dana revitalisasi Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga :  Pengurus PABPDSI Pagar Merbau Deli Serdang Periode 2023-2028 Di Lantik

2. Mendesak Kejaksaan Tinggi Sumut melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja Kacabdis Wilayah X.

3. Meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut menurunkan tim untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan dana revitalisasi dan dana BOS.

4. Meminta Kepala Dinas Pendidikan mencopot Ahmad Dasuki Siregar dari jabatan Kacabdis Pendidikan Wilayah X.

5. Mendesak DPRD merekomendasikan tuntutan Formas dan Gempar melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pengelolaan dana BOS dan anggaran revitalisasi Tahun Anggaran 2026.

Selanjutnya, tuntutan aksi diterima perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, Kasi Bidang SMK, Hisar Silaban, didampingi Kasubag Tata Usaha, A. Siregar, serta Kasi Bidang SMA, H. Tarihoran.

Hisar Silaban mengatakan saat ini Ahmad Dasuki Siregar sedang bertugas di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, yang kebetulan juga dijabatnya sebagai pelaksana tugas.

“Pernyataan sikap aksi ini kami terima dan selanjutnya tuntutan ini akan kami sampaikan kepada pimpinan kami,” katanya.

Setelah mendengar penjelasan perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, para peserta aksi membubarkan diri secara damai dan mendapat pengawalan dari personel Polsek Pandan serta Polres Tapteng.

 

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Galian C di Pulau Gambar Meresahkan Warga, Diduga Tak Berizin
DPRD Deli Serdang Tolak Anggaran Sewa 30 Unit Mobil Listrik Bupati dan OPD
Suara Pemuda Tanjungbalai Menggema Lewat Dzikir Bersama: Stop Kekerasan Terhadap Anak
Wali Kota Tanjungbalai Dampingi Ahmad Doli Kunjungi Anak Diduga Korban Pencabulan di RSUD
Rumah Karyawan PTPN IV Pabatu di Sergai Diduga Dijadikan Tempat Penimbunan Solar
Job Fair 2026 di Pematangsiantar Libatkan 35 Perusahaan, Buka Ribuan Peluang Kerja
Pemkot Tanjungbalai Siap Jatuhkan Sanksi Tegas ke Guru PPPK Diduga Terlibat Kasus Pencabulan Anak
KNPI Tanjungbalai Desak Kadisdik Tegakkan Aturan Anti-Kekerasan di Sekolah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:11 WIB

Aktivitas Galian C di Pulau Gambar Meresahkan Warga, Diduga Tak Berizin

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:18 WIB

DPRD Deli Serdang Tolak Anggaran Sewa 30 Unit Mobil Listrik Bupati dan OPD

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:06 WIB

Suara Pemuda Tanjungbalai Menggema Lewat Dzikir Bersama: Stop Kekerasan Terhadap Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:44 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Dampingi Ahmad Doli Kunjungi Anak Diduga Korban Pencabulan di RSUD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:56 WIB

Rumah Karyawan PTPN IV Pabatu di Sergai Diduga Dijadikan Tempat Penimbunan Solar

Berita Terbaru