MEDAN, SSOL.ID– Mereka ujung tombak negara di tingkat paling bawah. Jalanin SPPT ke rumah warga, sosialisasi pajak, berantem sama warga yang nunggak. Tapi giliran dapat upah? Disandera!
2.001 Kepala Lingkungan se-Kota Medan kini nasibnya digantung target PBB. Upah pungut Rp10,8 Miliar ditahan Bapenda. Alasannya? “Target makro belum tercapai”. Padahal kerja lapangan udah kelar!
Rp118 Ribu Harga Keringat Kepling Setahun
Data LIPPSU bikin darah mendidih. Tahun 2025, Kepling cuma dikasih Rp118 ribu per orang. Sisanya? Nunggak Rp5,4 miliar.
Masuk 2026, Triwulan I juga zonk. Potensi nunggak nambah Rp5,4 miliar lagi. Total RP10,8 MILIAR hak Kepling digembok Bapenda!
Pakai logika mana? Kepling kerja, target PBB yang nentuin pusat & wajib pajak. Kok Kepling yang disiksa?
PERWAL 68/2025: Aturan Yang Menjerat Rakyat Kecil!
Kepala Bapenda M. Agha Novrian bilang pencairan ngacu Perwal 68/2025 dan Kepwal 970/47.K/2025. Intinya: PBB-P2 belum tembus, duit Kepling nggak cair.
Anehnya, Triwulan I 2026 target PBJT & Opsen PKB udah lampaui. Tapi PBB-P2 belum. Ya udah, Kepling tetap puasa!
Bapenda bilang “jaga akuntabilitas biar nggak temuan BPK”. Lah ini akuntabilitas ke siapa? Ke BPK iya, ke Kepling yang ngurus SPPT nggak!
Tuntutan LIPPSU: Copot Aturan Zalim
Azhari AM Sinik, Direktur LIPPSU, ngamuk: “Kenapa gak sekalian Keplingnya ikut disandera?”_
Kalimat itu tamparan keras buat Pemko Medan. Kepling kerja berdasarkan tugas, bukan sulap target PBB. Kalau target nggak tercapai karena wajib pajak bandel, masa Kepling yang dipotong upahnya?
“Dasar pembayaran insentif seharusnya kinerja riil Kepling, bukan target makro PBB” ujar Azhari
Ancaman ; Kalau Kepling Mogok, Siapa Yang Rugi
Bayangin kalau 2.001 Kepling kompak mogok sebar SPPT. Siapa yang pusing? Bapenda! Target PBB makin amburadul.
Pemko Medan dan DPRD Medan harus segera revisi Perwal 68/2025. Jangan jadikan Kepling korban sistem zalim.
Wali Kota Medan Rico Waas, ini 2.001 suara dari lorong-lorong Medan! Jangan sampai Kepling yang tiap hari ketok pintu warga, akhirnya ketok pintu KPK karena frustasi.
Rp10,8 Miliar itu kecil dibanding Rp737,7 M buat stadion mangkrak. Tapi buat Kepling, itu harga diri!
Cukup sudah penyanderaan! Cairkan hak Kepling, atau copot aturan zalim itu!
Penulis : Red









