Tragedi Anak SD Bunuh Diri di NTT Muniruddin Ritonga : Alarm Keras Untuk Pemerintah

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatra Utara (Sumut), Muniruddin Ritonga, menyebutkan kejadian anak SD bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan alarm keras bagi pemerintah Indonesia.

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi individual. Tapi, cerminan kegagalan sistemik negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan yang layak, aman, dan berkeadilan.

“Ini adalah alarm keras bagi negara. Ketika seorang anak memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membayar buku sekolah, itu berarti ada yang sangat salah dalam sistem pendidikan kita,” ujarnya , Jumat (6/2).

Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman dan penuh harapan bagi anak-anak, bukan justru menjadi sumber tekanan mental dan ketakutan.

Dilanjutkannya, negara wajib memastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan masa depan karena persoalan ekonomi.

Baca Juga :  KIP Sumut Puji Langkah Kanwil Kemenag Sumut Dalam Keterbukaan Informasi

Pasalnya, ia menilai masih banyak kebijakan pendidikan yang belum sepenuhnya berpihak pada anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Padahal, konstitusi dengan tegas menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.

“Masalah biaya buku seharusnya tidak lagi menjadi beban bagi anak dan orang tua. Negara harus memastikan semua kebutuhan dasar pendidikan benar-benar gratis dan mudah diakses,” ucap anggota Komisi B DPRD Sumut itu.

Lebih jauh, ia mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembiayaan pendidikan, termasuk praktik-praktik pungutan yang masih kerap terjadi di satuan pendidikan.

Baca Juga :  Massa DPN Bentrok dengan Security BRI Iskandar Muda, Seorang Pendemo Wanita Jatuh Pingsan

Ia juga meminta agar pengawasan diperketat sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kita tidak ingin tragedi seperti ini kembali terjadi. Anak-anak Indonesia harus tumbuh dengan harapan, bukan dengan rasa takut dan putus asa,” katanya.

Ia turut mengingatkan, pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak di lingkungan sekolah. Ia menilai, tekanan ekonomi, ditambah minimnya pendampingan psikologis, dapat berdampak fatal bagi kondisi kejiwaan anak.

“Sekolah dan pemerintah harus lebih peka. Jangan tunggu jatuh korban baru bertindak,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah lebih serius dan sungguh-sungguh memperhatikan dunia pendidikan dengan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

“Ini bukan hanya soal kebijakan, tapi soal kemanusiaan dan masa depan bangsa,” ucapnya.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukses Dan Meriah Harmoni Milad 27 Th Pendawa Miliki Nilai Persaudaraan Yang Kokoh
Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan
Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum
Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen
Penerima PKH di Langkat Diminta Teken Blangko Pengunduran Diri Bermaterai
PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan
Kapolda Sumut Lantik 8 Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme
Dilema Proyek, Jalan Yang Rusak Diperbaiki Namun Jalan Lama Yang Baik Jadi Malah Rusak Akibat Truk Material di Tanjung Garbus II
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:37 WIB

Sukses Dan Meriah Harmoni Milad 27 Th Pendawa Miliki Nilai Persaudaraan Yang Kokoh

Senin, 21 September 2026 - 00:03 WIB

Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan

Minggu, 20 September 2026 - 12:19 WIB

Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 21:09 WIB

Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 21:04 WIB

Penerima PKH di Langkat Diminta Teken Blangko Pengunduran Diri Bermaterai

Berita Terbaru

Olahraga

Tim Putra dan Putri Menang Telak di Olimpiade Catur 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 12:56 WIB