MEDAN, SSOL.ID– Moda transportasi kereta api di Sumatera Utara telah bertransformasi. Dari awalnya sebagai pengangkut komoditas perkebunan, kini kereta api menjadi sarana mobilitas favorit masyarakat.
Sejak 1883 hingga 2026, jaringan rel di Sumut telah berusia 140 tahun dan terus berkembang mengikuti kebutuhan.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumut Anwar Yuli Prastyo mengatakan, sejarah perkeretaapian di Sumut dimulai dari pesatnya industri perkebunan tembakau Deli pada akhir abad ke-19.
“Setelah 140 tahun, perkeretaapian di Sumatera Utara tidak hanya bertahan tetapi juga bertransformasi menjadi sarana mobilitas favorit masyarakat Sumatera Utara,” kata Anwar di Medan, Sabtu (25/7/2026).
Pada 1883, Pemerintah Hindia Belanda memberi konsesi kepada Deli Spoorweg Maatschappij atau DSM untuk membangun rel dari kawasan perkebunan ke Pelabuhan Belawan. Jaringan kemudian meluas ke Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, hingga Rantau Prapat.
Pasca kemerdekaan, pengelolaan diambil alih negara melalui PT Kereta Api Indonesia Persero.
Jaringan dan Layanan Modern
Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif di Sumut mencapai 476,46 kilometer. Layanannya tidak hanya lintas utama, tetapi juga mencakup:
1. KA Bandara Kualanamu yang beroperasi sejak 2013
2. Jalur ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei yang terintegrasi sejak 2022 untuk mendukung distribusi industri
Jumlah Penumpang Terus Naik
KAI Divre I Sumut mencatat tren peningkatan jumlah penumpang dalam 3 tahun terakhir.
– 2024: 2,43 juta pelanggan
– 2025: 2,63 juta pelanggan
– Semester I 2026: 1,39 juta pelanggan
Sementara untuk angkutan barang, volume tercatat 883.661 ton pada 2024, 685.355 ton pada 2025, dan 387.895 ton hingga Semester I 2026. Fluktuasi dipengaruhi permintaan pasar dan rantai pasok industri.
“Peningkatan jumlah penumpang membuktikan kepercayaan publik terhadap kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan,” ujar Anwar.
Ia menegaskan, KAI berkomitmen terus berinovasi dan memperkuat interkoneksi antarwilayah untuk mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumut.
Penulis : Dt. Arifin









