MEDAN, SSOL.ID- Pengelolaan data pasien di PPMLI Kota Medan disorot setelah seorang lansia berusia 76 tahun kesulitan mengurus surat keterangan untuk persyaratan pembuatan KTP Elektronik.
Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M. Arif Tanjung, menilai data rekam medis pasien seharusnya tetap terdokumentasi dengan baik, baik dalam arsip fisik maupun sistem digital.
“Saya geram mendengar informasi ini. Pertama, ibu tersebut sudah berusia 76 tahun, tetapi masih harus dioper ke sana kemari untuk mengurus administrasi. Kedua, data pasien yang sudah lama seharusnya tetap tersimpan dalam sistem komputer atau arsip yang baik, bukan justru dinyatakan tidak ada,” kata Tanjung, Rabu (15/7/2026).
Ia meminta Pemerintah Kota Medan, termasuk Wali Kota Medan Rico Waas, mengevaluasi dan menyelidiki prosedur pengelolaan arsip pasien di PPMLI Kota Medan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kronologi Nenek 76 Tahun Kesulitan Urus KTP
Peristiwa itu dialami MIS (76), warga yang hendak melakukan perekaman KTP Elektronik di Kecamatan Percut Sei Tuan. Petugas menanyakan riwayat operasi mata yang pernah dijalani MIS.
Keluarga kemudian diminta membawa surat keterangan dari rumah sakit atau klinik tempat tindakan medis dilakukan. Berbekal informasi itu, anak MIS, AL, membawa ibunya ke PPMLI Kota Medan di Jalan T. Amir Hamzah, tempat MIS menjalani operasi mata pada 2018.
Namun, petugas administrasi PPMLI menyampaikan surat keterangan tidak dapat diterbitkan karena data pasien tahun 2018 sudah tidak tersedia. AL mengaku diberi tahu bahwa data yang berusia lebih dari lima tahun tidak lagi disimpan.
“Kami hanya ingin ibu kami yang sudah lanjut usia tidak dipersulit. Harapan kami ada solusi agar beliau bisa mendapatkan surat yang dibutuhkan,” ujar AL.
PPMLI Belum Beri Keterangan Resmi
PPMLI Kota Medan dikenal sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang rutin menyelenggarakan operasi katarak dan program bakti sosial bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PPMLI Kota Medan belum memberikan keterangan resmi terkait pengelolaan arsip pasien dan alasan tidak tersedianya data tahun 2018.
Penulis : Yuli
Editor : B. Nasution









