MEDAN, SSOL.ID– Kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) bikin sengsara sopir dan penumpang bus. Perjalanan Medan – Jakarta yang biasanya 3 hari 3 malam, kini molor jadi 4 hari 4 malam bahkan lebih.
Humas PT ALS, Alwi Matondang, menyebut antrean solar terjadi dari ujung Lampung sampai ujung Sumatera Utara.
“Kami antre itu mulai terjadi dari ujung Lampung sampai ujung Sumatera Utara. Sepanjang lintas Sumatera, sampai Medan antre minyak. Paling cepat 4 jam, bahkan setelah antre juga tidak dapat,” ujar Alwi di Terminal ALS Amplas, Minggu (12/7/2026) malam.
Biaya Bengkak, Sopir Terpaksa Beli Eceran
Akibat kelangkaan ini, biaya operasional bus membengkak. Waktu tempuh juga bertambah. Padahal tarif ongkos belum dinaikkan.
Yang lebih parah, sopir terpaksa beli solar eceran di pinggir jalan karena SPBU kosong.
“Kalau antisipasi, terpaksa beli yang ketengan di pinggir jalan karena tidak mungkin menelantarkan penumpang. Kerap terjadi di SPBU-nya kosong, tapi di depannya ada jualan,” kata Alwi.
Ia khawatir kualitas solar eceran. “Kadang ada campurannya, apalah itu namanya sehingga berpengaruh ke mesin,” ucapnya.
Alwi juga menyoroti perbedaan di Jawa. “Sepanjang lintas Jawa itu, nggak ada kendala di SPBU. Tapi ketika kita setelah nyebrang, mulai dari Lampung sampai ke Medan itu semua bermasalah,” keluhnya.
Kondisi ini sudah berlangsung 3 bulan terakhir dan membuat perusahaan, sopir, hingga penumpang resah.
Pertamina: Tambah 15 Mobil Tangki
Menanggapi hal itu, Area Manager Communication Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, memastikan distribusi terus dioptimalkan.
“Sebagai upaya percepatan, kami telah menambah 15 unit mobil tangki dan 30 AMT bantuan untuk mendukung penyaluran BBM dari Fuel Terminal Medan ke SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara,” ungkapnya.
Pertamina juga mengaku terus monitoring stok dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan. Terutama di tengah meningkatnya konsumsi saat libur sekolah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena distribusi terus kami optimalkan,” pungkasnya.
Penulis : Samsuwir









