Ratusan Massa Geruduk Kantor PLN: “Kami Butuh Kompensasi, Bukan Sekadar Permintaan Maaf”

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Gelombang kemarahan masyarakat terhadap dugaan dampak pemadaman listrik kembali memuncak. Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN) menggeruduk kantor PLN Wilayah pada Selasa (2/6) menuntut kepastian kompensasi atas kerusakan sejumlah alat elektronik warga yang diduga terjadi akibat pemadaman listrik beberapa waktu lalu.

Massa yang datang dari berbagai titik memadati area depan kantor sejak pagi hari. Mereka membawa berbagai barang elektronik yang disebut mengalami kerusakan, mulai dari televisi, mesin cuci, hingga bola lampu sebagai bentuk protes dan simbol keresahan masyarakat atas kerugian yang dialami.

Situasi di lokasi sempat berlangsung panas dan menegangkan. Desakan massa yang ingin masuk dan meminta bertemu langsung dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) PLN membuat kondisi di depan kantor tidak terkendali hingga pagar kantor PLN Wilayah dilaporkan jebol.

Baca Juga :  Revitalisasi Lapangan Merdeka Tak Kunjung Rampung, Ini Kata Walkot Rico

Ketegangan disebut terjadi karena massa merasa aspirasi mereka tidak direspons secara serius. Kekecewaan semakin memuncak saat peserta aksi hanya diterima oleh pihak manajemen komunikasi, sementara sosok pimpinan wilayah yang dinilai memiliki kewenangan mengambil keputusan tidak hadir menemui massa.

Bagi para demonstran, persoalan ini bukan lagi sekadar meminta penjelasan, melainkan menuntut tindakan nyata dari PLN terhadap masyarakat yang mengaku terdampak.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan Pangan Sumut Capai 95 Persen, Sisa 2 Kabupaten Dikebut

“Kami tidak butuh permintaan maaf. Kami butuh bukti nyata terkait kompensasi. Jangan terlalu lama masyarakat menunggu,” tegas Acil Tattoo, koordinator aksi, saat menyampaikan orasi di hadapan ratusan peserta demonstrasi.

Menurut Acil, masyarakat telah cukup bersabar menunggu kejelasan dari PLN terkait pertanggungjawaban atas dugaan kerusakan peralatan elektronik rumah tangga. Ia menilai absennya Kakanwil PLN dalam pertemuan dengan massa justru memperbesar kekecewaan publik dan memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan PLN dalam menyikapi tuntutan masyarakat.

“Ratusan orang datang membawa keresahan, tetapi yang ditemui hanya perwakilan. Ada apa dengan PLN? Kenapa pimpinan wilayah tidak

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBNKB Kendaraan Bekas Gratis, Tapi Pemilik Tetap Harus Bayar Ini
Rumah Dinas Bank Mandiri di Medan Diduga Dialihfungsikan Jadi Parkir RS Colombia Asia
BGN Larang Dapur MBG Pakai LPG 3 Kg, Minyakita, dan Beras SPHP
Wali Kota Tanjungbalai Bertemu Kepala Kanwil BPN Provsu Bahas Percepatan Penyusunan NPGT dan Sertifikasi Aset Daerah
Galian C Ilegal di Tadukan Raga Deli Serdang Marak, Warga Keluhkan Debu dan Lubang Berbahaya
BMKG: 7 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan 11 Wilayah Berpotensi Angin Kencang pada Senin 27 Juli 2026
Bank Sumut Jadi Mitra Penyalur Pinjaman Bunga 0 Persen Pemkot Batam
140 Tahun Perkeretaapian di Sumut, Kini Jadi Moda Transportasi Favorit Masyarakat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:34 WIB

BBNKB Kendaraan Bekas Gratis, Tapi Pemilik Tetap Harus Bayar Ini

Senin, 27 Juli 2026 - 17:04 WIB

Rumah Dinas Bank Mandiri di Medan Diduga Dialihfungsikan Jadi Parkir RS Colombia Asia

Senin, 27 Juli 2026 - 16:33 WIB

BGN Larang Dapur MBG Pakai LPG 3 Kg, Minyakita, dan Beras SPHP

Senin, 27 Juli 2026 - 15:38 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Bertemu Kepala Kanwil BPN Provsu Bahas Percepatan Penyusunan NPGT dan Sertifikasi Aset Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 13:52 WIB

Galian C Ilegal di Tadukan Raga Deli Serdang Marak, Warga Keluhkan Debu dan Lubang Berbahaya

Berita Terbaru