Stop Politisasi Potongan Video Ceramah Jusuf Kalla: Umat Kristen Tetap Tenang!

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Laporan Polisi dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) terhadap Wakil Presiden ke- 10 dan ke- 12, Muhammad Jusuf Kalla tidak mewakili siapapun, kecuali kelompok, diri para pelapor sendiri. Maka yang keberatan terhadap potongan video ceramah Muhammad Jusuf Kalla hanya nama- nama yang namanya tertera dalam laporan polisi tersebut dan rombongannya.

Hingga para pelapor menunjukkan laporan polisinya ke publik di depan kamera para wartawan, tidak ada seorang pun warga negara biasa, penganut agama Kristen Protestan maupun Katolik (yang bukan elit Ormas) yang keberatan dengan membuat laporan polisi di salah satu Polsek, Polres, Polda, atau Mabes Polri. Maka dengan demikian ditemukan fakta, bahwa gerakan lapor rame- rame tersebut adalah gerakan elit dan bermotif politik, bukan gerakan umat, rakyat.

“Oleh karena aksi lapor- lapor tersebut dilakukan oleh elit, maka dapat dipastikan tidak berpengaruh terhadap apapun. Umat Kristen Indonesia tidak terpengaruh pada potongan video pernyataan Muhammad Jusuf Kalla. Umat Kristen Indonesia sebagaimana warga negara Indonesia lainnya justru resah atas kondisi ekonomi akibat krisis politik global yang telah berpengaruh terhadap Indonesia,” tegas Sutrisno Pangaribuan, Inisiator Kongres Perdamaian Dunia (Konperda), Rabu (15/3).

Baca Juga :  Wali Kota Hadiri Pembukaan Agenda Pendidikan Kesetaraan  Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan

Nilai tukar rupiah yang terus melemah (1USD= Rp 17.105) pada penutupan di pasar spot, Senin (13/04/2026) jauh lebih meresahkan dari potongan video ceramah Ketum PMI yang dipolitisasi. Maka yang seharusnya dilakukan kelompok ormas yang gemar lapor- lapor tersebut adalah membantu pemerintah. Apalagi para pimpinan ormas pelapor tersebut juga bagian dari pimpinan Parpol di koalisi pemerintah. Selain pimpinan Parpol, para pimpinan ormas pelapor tersebut juga tercatat sebagai komisaris di perusahaan (anak perusahaan) BUMN/ Danantara.

“Perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, mempengaruhi harga minyak dunia, termasuk meningkatnya harga plastik adalah ancaman nyata terhadap Indonesia. Maka yang seharusnya dilakukan oleh elit ormas Kristen yang mengklaim meneladani Kristus adalah membantu pemerintah, gotong royong dalam menghadapi sejumlah ancaman krisis jika perang terus berlanjut,” tambahnya.

Baca Juga :  Event Trail of The Kings 2025 Digelar di Danau Toba, Kenalkan Pariwisata Sumut ke Seluruh Dunia

Sebagai warga negara Indonesia penganut agama Kristen Protestan, Sutrisno mengatakan, maka tidak ada Ormas, kelompok sosial masyarakat yang berhak mewakili sikap dan aspirasi saya, pun warga Kristen lainnya. Maka tidak boleh ada Ormas yang mengatasnamakan suara atau aspirasi umat Kristen, terlebih dalam urusan politisasi potongan video Muhammad Jusuf Kalla. Jika ingin melapor ke Polri, lebih baik membuat laporan atas nama diri sendiri tanpa menarik- narik Ormas Kristen.

” Pimpinan Ormas Kristen perlu belajar agar tidak gegabah, grasa grusu hanya demi memanfaatkan momentum. Suara, aspirasi, aksi harus didasari oleh keputusan bersama dalam organisasi, bukan sekedar reaksi dangkal yang sarat dengan kepentingan pribadi maupun kelompok. Berhentilah berdiri di atas klaim sepihak terhadap kepentingan umat, terlebih kepada Ormas Kristen yang tidak pernah diberi mandat oleh umat dalam menyampaikan suara dan aspirasi umat Kristen,” tutupnya.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hanguskan Toko Serba Rp35 Ribu di Jalan Dahlan Tanjung Morawa
Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur
LIPPSU Soroti Kesejahteraan Kepling Medan Jelang APEKSI 2026
Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat
Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato
Rumah Adat Monumen Sisingamangaraja XII Medan Hangus Terbakar
Ratusan Mahasiswa Nommensen Demo DPRD Sumut, Tolak Program MBG
Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:13 WIB

Kebakaran Hanguskan Toko Serba Rp35 Ribu di Jalan Dahlan Tanjung Morawa

Senin, 22 Juni 2026 - 22:57 WIB

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur

Senin, 22 Juni 2026 - 21:41 WIB

LIPPSU Soroti Kesejahteraan Kepling Medan Jelang APEKSI 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 21:21 WIB

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:00 WIB

Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kakanwil Kemenag Sumut: 3 Prinsip JFT, “Jangan Pungut Biaya:

Selasa, 23 Jun 2026 - 09:32 WIB

Nasional

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur

Senin, 22 Jun 2026 - 22:57 WIB