Raport Merah Setahun Rico Waas ; DPRD Digoyang Massa Tuntut Interpelasi”

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID– Gelombang ketidakpuasan terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Medan akhirnya pecah. Ratusan Massa Kumpulan Aktivis Peduli Negri menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Kota Medan, menuntut ketegasan lembaga legislatif atas rapor merah kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas.

Massa menilai DPRD Kota Medan selama ini terkesan pasif dan seolah “tutup mata” terhadap berbagai persoalan krusial yang melilit Kota Medan setahun terakhir.

Koordinator Aksi, Azwar Siregar, dalam orasinya menegaskan bahwa arah pembangunan di bawah nakhoda Rico Waas tidak memiliki progres yang jelas dan terukur. Ia menyebut masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji tanpa realisasi.

“Masyarakat butuh hasil nyata, bukan sekadar narasi dan janji manis. Kami mendesak transparansi! Buka secara gamblang apa capaian kinerja dan program prioritas yang benar-benar menyentuh rakyat,” teriak Azwar lantang di Depan Gedung DPRD Medan, Senin (27/4).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan utama yang dianggap sebagai kegagalan Pemko Medan dalam menjalankan roda pemerintahan:

Baca Juga :  Relawan Anti Narkoba Diduga Dijebak Jadi Tersangka Sabu, Massa Desak Kapolri PTDH Kompol Dk Cs

• Hak Interpelasi: Mendesak DPRD Medan segera memanggil Wali Kota Rico Waas untuk dimintai keterangan resmi.

• Kejelasan Arah Pembangunan: Mempertanyakan progres fisik dan non-fisik Kota Medan selama satu tahun terakhir.

• Transparansi PAD: Mendesak akuntabilitas tata kelola keuangan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

• Kinerja Birokrasi: Menyoroti lambannya penempatan pejabat strategis dan lemahnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

• Polemik Limbah Daging Non-Halal: Meminta klarifikasi terkait SE Nomor 500.7.1/1540 yang dinilai memicu kegaduhan sosial.

• Infrastruktur & Layanan Publik: Mendesak percepatan pembangunan fisik yang berdampak langsung pada warga.

Selain masalah infrastruktur, massa menyoroti “leletnya” roda pemerintahan. Banyaknya posisi pejabat strategis yang dibiarkan kosong dianggap menjadi penghambat utama pelayanan publik.

Tak hanya itu, kebijakan Surat Edaran (SE) Nomor 500.7.1/1540 tentang pengelolaan limbah daging non-halal turut menjadi sasaran kritik.

“Inilah kebijakan ini dianggap sebagai bukti lemahnya sensitivitas pemerintah terhadap dinamika sosial di Medan yang multikultural, sehingga memicu polemik yang tidak perlu di tengah masyarakat,” ucap Azwar.

Baca Juga :  Gubernur Sumut Bobby Nasution Datangi Kantor PLN Medan, Desak Kompensasi

Aksi massa ini diterima langsung oleh anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Afandi Harahap. Di hadapan massa, ia berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan dewan.

“Terima kasih atas masukannya. Sebagai orang baru di sini, ini menjadi pelajaran bagi saya, dan akan segera saya sampaikan kepada pimpinan,” ujar Ahmad Afandi menenangkan massa.

Terkait surat tuntutan yang telah dilayangkan, ia memastikan akan ada tindak lanjut dalam waktu dekat.

“Ya, nanti segera kita koordinasikan lagi terkait surat balasan yang sudah abang-abang masukkan,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, aksi berlangsung cukup panas namun tetap terkendali dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Massa mengancam akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk memanggil Wali Kota tidak segera dipenuhi.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pagar Merbau Bersama Masyarakat Tinjau Lokasi Persiapan Proyek Pagar Merbau City
Bapenda Medan Intensifkan Pojok PBB Guna Optimalkan Penerimaan Pajak
Polda Sumut Proses Laporan Dugaan Penyekapan Pasien Rehabilitasi Narkoba di Medan
IPEMI Pematangsiantar Gelar Maulid Nabi 1448 H
Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD
Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina
Narkoba dan Judi Online Jadi Tantangan Baru, Layanan Rehabilitasi Dorong Dukungan Pemerintah
Muhri Fauzi Hafiz Dorong Pengawasan Sekolah Rakyat Diperketat
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:32 WIB

Camat Pagar Merbau Bersama Masyarakat Tinjau Lokasi Persiapan Proyek Pagar Merbau City

Selasa, 22 September 2026 - 14:35 WIB

Bapenda Medan Intensifkan Pojok PBB Guna Optimalkan Penerimaan Pajak

Selasa, 22 September 2026 - 11:28 WIB

IPEMI Pematangsiantar Gelar Maulid Nabi 1448 H

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD

Senin, 21 September 2026 - 18:11 WIB

Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina

Berita Terbaru

Politik

Struktur PRI Medan Diklaim Capai 90 Persen

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:22 WIB

Kesehatan

IDAI Sumut Himbau Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:38 WIB