Peringati Harkodia, Presidium MARAK Minta Presiden Ungkap Kejahatan Sumber Daya Alam

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID- Korupsi alam yang terjadi di Indonesia sangat dahsyat dampaknya bagi negara dan rakyat. Bukan saja kekayaan alam, harta, benda, serta nyawa pun menjadi korban dan kerugian yang tak ternilai. Langganan berita premium

Hari Anti Korupsi se Dunia (Harkodia) pada 9 Desember 2025, menjadi momentum Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kondisi negara Indonesia yang terbelenggu oleh kejahatan korupsi alam tersebut.

Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK) Arief Tampubolon meminta Presiden Prabowo yang tengah sibuk menyelesaikan bencana Banjir dan Longsor Sumatera, agar melihat peristiwa bencana tersebut sebagai bentuk nyata dari akibat kejahatan korupsi alam selama ini.

“Kejahatan korupsi sumber daya alam ini telah merugikan negara dan rakyat Indonesia sangat luar biasa. Ini harus diselesaikan dengan segera oleh Presiden Prabowo secepatnya. Jika ini terus dibiarkan, akan sangat lama rakyat Indonesia merasakan kepedihan dan kesengsaraan,” ucap Arief di Medan, Selasa 9 Desember 2025. Pencegahan ISPA Medan

Baca Juga :  Masuk Cagar Budaya, Rumah Lama Raja Urung Senembah Tidak Memiliki Plank

Bencana alam banjir dan longsor di Sumatera terjadi sejak akhir November 2025 lalu, telah membuka mata rakyat Indonesia bagaimana kejahatan korupsi alam itu terjadi secara terstruktur dan masif. Kejahatan korupsi alam ini sangat besar sekali dampaknya bagi rakyat dan negara dibandingkan dengan kejahatan korupsi APBN dan APBD.

Alumni Lemhannas inipun mendesak Presiden Prabowo bersikap untuk tegas terhadap Kejaksaan Agung, KPK, TNI Polri untuk mengungkap semua pelaku kejahatan korupsi sumber daya alam di Indonesia.

“Sampai Harkodia 2026 nanti kita kasih waktu Presiden Prabowo untuk mengembalikan kerugian keuangan negara dari kejahatan korupsi alam ini, minimal Rp. 11.000 triliun kembali ke kas negara, uang hasil sitaan kasus korupsi sumber daya alam kita,” tegas Arief.

Baca Juga :  Bantu Pemenuhan Gizi Anak, Airin Rico Waas Berikan Makanan Tambahan di TK Azhura

Arief juga meminta Presiden Prabowo agar menindak tegas oknum penegak hukum nakal yang bermain di balik kejahatan korupsi.

Tidak memandang siapa pelaku kejahatan korupsi itu, oknum penegak hukum yang bermain bermain dalam kasus korupsi harus mendapatkan hukuman yang berat.

“Dimana pun Presiden Prabowo hadiri dalam acara kenegaraan selalu bicara tentang pemberantasan korupsi. Rakyat ingin bukti dari ucapan itu, sikat semua koruptor dan miskinkan. Jangan ada ucapan hidup koruptorhidup koruptor, lagi ke depannya,” tutup Arief Tampubolon.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Tangani Infrastruktur
Pimpinan Dewan Dukung Perdamaian Kasus AT, Dorong Polrestabes Medan Terapkan RJ
Haornas 2026: Kejuaraan Catur SIWO PWI–STOK Binaguna Medan Siap Digelar
Gubernur Bobby Nasution Wujudkan Impian SMPN 4 Sitolu Ori Miliki Gedung Permanen
DPRD Sumut Bongkar: PT Tun Sewindu Diduga Kuasai Hutan Lindung Tanpa Izin Kementerian
21 Paket Proyek Dinkes Asahan Rp.5,4 Miliar Disorot
Taman Buah Deli Serdang Riuh Dengan Rianh Anak-anak
Kabag Kesra Pemkab Deliserdang Bantah Isu Pengadaan Jilbab Rp525 Juta Libatkan Istri Bupati dan Bendahara PKK
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Tangani Infrastruktur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Pimpinan Dewan Dukung Perdamaian Kasus AT, Dorong Polrestabes Medan Terapkan RJ

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Haornas 2026: Kejuaraan Catur SIWO PWI–STOK Binaguna Medan Siap Digelar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Gubernur Bobby Nasution Wujudkan Impian SMPN 4 Sitolu Ori Miliki Gedung Permanen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:45 WIB

DPRD Sumut Bongkar: PT Tun Sewindu Diduga Kuasai Hutan Lindung Tanpa Izin Kementerian

Berita Terbaru

Berita

Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Tangani Infrastruktur

Jumat, 7 Agu 2026 - 21:03 WIB