MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di berbagai wilayah Sumatra Utara (Sumut) dalam tujuh hari ke depan.
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi Balai Besar (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, menyampaikan bahwa kondisi cuaca tersebut diperkirakan berlangsung pada periode 6 hingga 13 April 2026.
Martha menjelaskan, beberapa hari mendatang, cuaca di Sumut masih dipengaruhi berbagai faktor atmosfer, baik skala regional maupun lokal. Secara umum, kata dia, hujan ringan hingga lebat mendominasi. Namun, perlu diwaspadai potensi peningkatan intensitas yang dapat disertai petir dan angin kencang.
“Fenomena ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi melintasi sebagian besar wilayah Sumatera, suhu permukaan laut yang relatif hangat, serta potensi terbentuknya sirkulasi siklonik di perairan barat Sumut,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (7/4).
Kondisi tersebut, dijelaskan Martha, memicu terbentuknya zona pertemuan (konvergensi) dan perlambatan angin (konfluensi) yang mendukung pertumbuhan awan hujan (konvektif). Selain itu, tambah dia, tingkat kelabilan atmosfer di wilayah Sumut juga cukup tinggi sehingga memperkuat pembentukan awan hujan.
Ia memaparkan sejumlah daerah yang berpotensi dilanda hujan sedang–lebat disertai angin kencang dan petir meliputi kota-kota besar seperti Medan, Binjai, Pematangsiantar, Tebing Tinggi, Sibolga, Padangsidimpuan, hingga Gunungsitoli.
“Kemudian, Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Toba, Batu Bara, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara,” lanjutnya.
Dalam beberapa hari terakhir, dijelaskan Martha, curah hujan sedang–lebat juga telah tercatat di sejumlah wilayah, seperti pada 4 April 2026 di ARG Bahorok 57.6 mm/hari (Langkat), 1 April 2026 di AAWS Batu Bara 48.2 mm/hari, dan di Pos Hujan Maduma (Tapanuli Tengah) 47 mm/hari.
“Fenomena hujan tersebut dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik di wilayah pantai barat Sumut yang menyebabkan pertemuan massa udara dan belokan angin, sehingga memicu pertumbuhan awan cumulonimbus dalam skala besar. Pemanasan yang cukup intens pada siang hari juga turut memperkuat proses pembentukan awan hujan,” tuturnya.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem ini, terutama yang dapat menimbulkan dampak seperti genangan, banjir, hingga gangguan aktivitas akibat angin kencang dan petir.
Penulis : Yuli









