Pelanggan Wajib Tahu: Air PDAM Tirtanadi Diduga Tak Sesuai Standar, Tirtanadi Bantah

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID— Kualitas air bersih yang disuplai Perumda Tirtanadi Sumatera Utara ke pelanggan diduga belum sesuai standar. Lembaga Information Corruption Watch ICW RI menemukan sejumlah fasilitas vital pengolahan air mengalami kerusakan, tidak terawat, hingga proses pengolahan bahan kimia jauh dari standar ideal pelayanan publik.

Ironisnya, Tirtanadi disebut tetap mengalirkan dana untuk perawatan dan perbaikan fasilitas vital tersebut. Sementara kondisi sejumlah bak pemancar justru tidak terawat dan pencampuran bahan kimia dinilai tak standar.

1. Temuan ICW RI: Clarifier & Aerasi Bermasalah

Di IPA Deli Tua, ICW RI menyebut 4 clarifier tabung punya tube settler rusak. Clarifier I 10 kolom, II 13 kolom, III 10 kolom, IV 14 kolom dari total 16 kolom per clarifier. Akibatnya partikel mengambang berisiko lolos ke filter.

Di IPA Sibolangit, bak pemancar III Lau Kaban disebut 10 unit springkle tidak terpasang, bak pemancar IV Puang Adja 39 unit. Tanpa springkle, aerasi untuk menaikkan pH air tak terjadi. Mesin pengaduk soda ash rusak dan mesin pengaduk kalsium hipoklorit tidak ada, sehingga pelarutan dilakukan manual.

Baca Juga :  Mengenakan Pakaian Ada Toba, Bobby Nasution Pilih Berdiri Pimpin Upacara HUT RI ke 81

2. Klarifikasi Tirtanadi: Semua Berjalan Normal

Kepala IPA Deli Tua Azanil Putra membantah temuan tersebut. Melalui siaran pers, ia menyatakan “Tube settler setiap clarifier memiliki 16 sel kesemuanya berjalan normal.”

Azanil mengakui kondisi tube settler saat ini perlu perawatan ekstra, namun masih dapat digunakan dan perbaikan dilakukan kontinyu. “Jadi gak benar itu bu yang diisukan tidak standar, kesemuanya masih berjalan secara normal dan sesuai standar,” tegasnya.

Ia menyebut IPA Deli Tua kapasitas terpasang 1400 liter/detik melayani Cabang Delitua, Medan Kota, HM Yamin, Medan Denai, dan Tuasan. Pengolahan air pakai bahan kimia standar sesuai Permenkes No 2 Tahun 2003. “Air ini kan dipergunakan untuk hajat hidup orang banyak mana mungkin kami dalam pengelolaannya tidak sesuai standar,” ujarnya.

Baca Juga :  Kajatisu berserta Kapoldasu Sambut Kunker Komisi III DPR -RI

Kepala IPA Sibolangit Subhandi juga membantah. Ia memastikan springkle di pemancar Lau Kaban sudah terpasang baik untuk menangkap oksigen dan menaikkan pH. Pipa penyalur soda ash dan kaporit akan ditutup serta dibersihkan tiap 3 bulan. Kualitas air diperiksa pakai turbidity meter tiap 1 jam sekali sesuai Permenkes No 2 Tahun 2003.

“Air yang keluar dari IPA Sibolangit pengolahannya sudah sesuai standar sehingga masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakannya,” kata Subhandi.

3. Catatan Perencanaan ICW RI

ICW RI tetap menyoroti Tirtanadi diduga belum punya data potensi pelanggan untuk perencanaan pengembangan. Target sambungan baru di RKA disebut tidak berdasarkan data dan tidak realistis. Sarana prasarana pendukung produksi-distribusi juga dinilai belum memadai.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu keterangan resmi manajemen Perumda Tirtanadi terkait temuan ICW RI secara keseluruhan.

 

Penulis : Red

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Pemkab Deli Serdang Dukung Pembentukan Lima Ranperda dari Penanggulangan Bencana dan Guru Sekolah Minggu
Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara
Datangi Kantor Gubsu, Buruh Minta UMP Sumut 2027 Naik hingga 10 Persen
Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025
Sidang Korupsi PNBP KSOP Belawan, Saksi Sebut Pembayaran Jasa Kapal ke Pelindo
Kapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan

Jumat, 6 November 2026 - 15:16 WIB

Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta

Jumat, 6 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Deli Serdang Dukung Pembentukan Lima Ranperda dari Penanggulangan Bencana dan Guru Sekolah Minggu

Jumat, 6 November 2026 - 15:11 WIB

Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara

Jumat, 6 November 2026 - 15:02 WIB

Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025

Berita Terbaru

Medan

Pemko Medan Kejar Kembali Penghargaan Adipura

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:19 WIB