Pasien BPJS Mengaku Alami Infeksi Usai Infus di Klinik Romauli, Pengamat Siap Tempuh Jalur Hukum

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUT ONLINE.ID – Dugaan malpraktik pelayanan kesehatan kembali mencuat di sebuah klinik di kawasan Medan Marelan. Seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan mengaku mengalami infeksi hingga bernanah pada bagian tangan usai menjalani perawatan infus di Klinik Romauli, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, pada (12/05/2025) lalu.

Pasien bernama R. Silaban, SE, menyampaikan bahwa dirinya awalnya masuk ke klinik tersebut pada 08/05/2025 untuk berobat atas keluhan asam lambung dan angin duduk. Ia datang dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan yang dimilikinya.

Menurut penuturannya, sesuai prosedur yang disampaikan pihak klinik, ia kemudian menjalani rawat inap dan mendapatkan tindakan infus serta kontrol medis dari tenaga kesehatan di klinik tersebut.

Namun, setelah menjalani perawatan selama tiga hari, pasien mengaku mulai merasakan pembengkakan pada tangan kanan, tepat di lokasi pemasangan infus. Kondisi tersebut, kata dia, semakin memburuk hingga muncul nanah setelah dirinya pulang dari klinik.

“Setelah pulang, tangan saya semakin bengkak dan bernanah. Saya menduga ada kesalahan saat pemasangan infus,” ujar R. Silaban dalam keterangannya di media online lokal beberapa waktu yang lalu.

Karena kondisi yang semakin parah, pasien kembali mendatangi Klinik Romauli pada 12/05/2025 untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Ia menyebut saat itu dirinya ditangani oleh seorang bidan berinisial Br. Matondang.

Baca Juga :  Kuliah Umum di UINSU, Sugiat Minta Intelektual Berperan Atasi Persoalan Kebangsaan

Menurut pasien, penanganan yang diberikan hanya berupa kompres pada bagian tangan yang bengkak. Ia juga diarahkan untuk kembali datang tiga hari kemudian guna melihat perkembangan kondisi.

Tiga hari berselang, pasien kembali datang untuk meminta tindak lanjut atas kondisi yang dialaminya. Namun, ia mengaku tidak langsung mendapatkan respons dari pihak klinik.

“Saya menunggu sekitar satu jam, tapi tidak ada tanggapan. Baru kemudian dipanggil humas bernama Adi,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, pasien meminta penjelasan serta pertanggungjawaban atas kondisi yang dialaminya. Ia menyebut pihak klinik kemudian menyarankan agar dirinya dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan tindakan operasi.

Pasien juga mengaku sempat mempertanyakan profesionalitas pelayanan klinik tersebut. “Saya tanyakan, apakah ini sering terjadi dan apakah pelayanan mereka sudah sesuai standar. Saat itu pihak humas tidak banyak memberikan penjelasan,” ucapnya.

Sorotan Pengamat

Menanggapi peristiwa tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius bagi instansi terkait.

Menurut Azhari, Senin (6/4) dugaan kelalaian dalam tindakan medis, sekecil apapun, tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pasien.

“Jika benar terjadi infeksi akibat tindakan infus, maka ini harus ditelusuri secara menyeluruh. Setiap tenaga kesehatan wajib menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat untuk menghindari risiko bagi pasien,” tegas Azhari.

Baca Juga :  Massa GMNI Demo di Depan DPRD Medan, Soroti Program Boros Anggaran

Ia juga mendorong Dinas Kesehatan Kota Medan untuk segera melakukan audit terhadap klinik yang bersangkutan, termasuk mengevaluasi kelayakan operasional dan kompetensi tenaga medisnya.

“Kami meminta Dinas Kesehatan tidak hanya menunggu laporan resmi, tetapi proaktif melakukan pemeriksaan. Ini penting sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat sebagai pasien,” ujarnya.

Selain itu, Azhari menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab dari pihak fasilitas kesehatan apabila terjadi dugaan kesalahan dalam pelayanan.

“Fasilitas kesehatan tidak boleh lepas tangan. Jika ada indikasi kesalahan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas, baik secara medis maupun administratif,” katanya.

Lebih lanjut, Azhari mengungkapkan bahwa pihaknya berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal kasus tersebut.

“Kami dari LIPPSU berencana akan melaporkan dugaan kasus ini ke pihak kepolisian agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Ini penting agar ada kepastian hukum dan menjadi efek jera,” tegasnya.

Sebagai lembaga sosial kontrol, LIPPSU, lanjut Azhari, akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap mendorong penegakan aturan jika ditemukan pelanggaran.

Sementara itu, Romauli Silalahi yang dihubungi pesan WhatsApp tidak membalas wa yang terkirim.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum
Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen
Penerima PKH di Langkat Diminta Teken Blangko Pengunduran Diri Bermaterai
PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan
Kapolda Sumut Lantik 8 Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme
Dilema Proyek, Jalan Yang Rusak Diperbaiki Namun Jalan Lama Yang Baik Jadi Malah Rusak Akibat Truk Material di Tanjung Garbus II
Wali Kota Mahyaruddin Salim Jenguk Pekerja Dinas LH Alami Kecelakaan Kerja Tersengat Arus Listrik di RS Siloam Medan
Razia di Lapas Tanjungbalai Asahan, Petugas Temukan Gunting dan Pisau Rakitan
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 12:19 WIB

Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 21:09 WIB

Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 20:59 WIB

PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan

Jumat, 18 September 2026 - 14:02 WIB

Kapolda Sumut Lantik 8 Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme

Jumat, 18 September 2026 - 13:31 WIB

Dilema Proyek, Jalan Yang Rusak Diperbaiki Namun Jalan Lama Yang Baik Jadi Malah Rusak Akibat Truk Material di Tanjung Garbus II

Berita Terbaru

Olahraga

Tim Putra dan Putri Menang Telak di Olimpiade Catur 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 12:56 WIB

Olahraga

Tim Putra Tekuk Uganda di Olimpiade Catur

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:16 WIB