HMI Cabang Madina Gelar Aksi Evaluasi Bupati: “Persoalan Daerah Menumpuk, Rakyat Menanti Kepastian Perubahan”

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANDAILING NATAL, SUARASUMUTONLINE.ID
Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mandailing Natal turun ke jalan dalam aksi demonstrasi bertajuk “Persoalan Daerah Menumpuk, Evaluasi Bupati Madina”. Aksi ini berlangsung di depan kantor Bupati Mandailing Natal dan berlanjut ke dalam Aula Kantor Bupati, di mana para mahasiswa berdialog langsung dengan Bupati H. Saifullah Nasution.

Gelombang massa hijau hitam itu memenuhi halaman kantor bupati sejak siang (12/11/2025), membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kinerja pemerintah daerah. Mereka menyoroti berbagai persoalan krusial yang dinilai tidak mendapat perhatian serius, mulai dari stagnasi pembangunan, ketimpangan birokrasi, hingga lemahnya tata kelola pemerintahan daerah.

Ketua Umum HMI Cabang Mandailing Natal, Sonjaya Rangkuti, dalam pernyataannya bahwa aksi ini bukan semata bentuk penentangan, tetapi panggilan moral untuk menagih komitmen kepemimpinan daerah.

“Kami datang bukan untuk menciptakan kegaduhan, tapi menagih janji perubahan yang dulu dikampanyekan. Rakyat Madina butuh bukti, bukan lagi narasi politik,” tegas Sonjaya di hadapan aparat dan pejabat daerah.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI, Abdul Haris Nasution, menambahkan bahwa situasi sosial dan ekonomi Madina kian memburuk karena lemahnya sistem tata kelola pembangunan. Ia menilai pemerintah daerah gagal memberikan arah yang jelas bagi pemberdayaan ekonomi rakyat, pemerataan infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya daerah.

Baca Juga :  BPK RI Periksa Pengadaan Mobil Dinas Bupati Samosir Senilai Rp3,1 Miliar

“Madina tidak kekurangan potensi, tapi kekurangan kemauan politik untuk menata ulang arah pembangunan. Kami ingin bupati turun langsung, bukan sekadar memerintah dari balik meja,” ujarnya lantang.

Dalam tuntutannya, HMI Mandailing Natal menagih realisasi 100 hari kerja Bupati Saifullah Nasution dengan agenda strategis yang dianggap mendesak dan menyentuh langsung kepentingan rakyat. Berikut daftar lengkap tuntutan yang disampaikan:

1. Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
2. Percepatan penanganan infrastruktur jalan yang rusak di berbagai kecamatan.
3. Penataan kawasan kumuh perkotaan untuk menjamin kehidupan masyarakat yang layak.
4. Pemfungsian kembali Taman Raja Batu (TRB) sebagai ruang publik dan simbol identitas daerah.
5. Optimalisasi kerja sama antara pemerintah dan badan usaha untuk mendorong investasi produktif.
6. Evaluasi menyeluruh terhadap birokrasi pemerintahan, termasuk efisiensi kinerja ASN.
7. Penyelesaian perizinan perusahaan (PT) yang mangkrak dan merugikan masyarakat sekitar.
8. Sikap humanis terhadap pedagang pasar lama yang dipindahkan ke kawasan eks Bioskop Tapanuli.
9. Pembahasan segera Propem Perda tentang Pencegahan Pelecehan Seksual sebagai bentuk keberpihakan pada perempuan dan anak.
10. Peningkatan kualitas pendidikan daerah melalui pengawasan mutu dan pemerataan akses.
11. Peningkatan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya sektor perdagangan, perkebunan, dan ekonomi sosial.

Baca Juga :  Wali Kota Tanjungbalai Serahkan Produk Hukum Akta Nikah dan Dokumen Kependudukan Kepada 37 Peserta Sidang Isbat Nikah Terpadu

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati H. Saifullah Nasution menyampaikan apresiasi terhadap langkah kritis HMI dan menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti tuntutan aksi secara bertahap.

Aksi demonstrasi ini berakhir dengan damai setelah kedua pihak bersepakat bahwa apa yang menjadi persoalan daerah saat ini harus di jawab dengan tindakan nyata demi kesejahteraan rakyat.

Kehadiran HMI di ruang publik ini menjadi pengingat bahwa kritik dan kontrol sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari demokrasi daerah. Dalam situasi politik lokal yang kerap stagnan oleh kepentingan birokratis, suara mahasiswa kembali menggema sebagai penanda bahwa kesadaran kritis tidak boleh padam di tengah rutinitas kekuasaan.

HMI Cabang Mandailing Natal menegaskan, aksi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan pengawasan berkelanjutan terhadap kinerja pemerintahan daerah.

“Kami akan terus mengawal. Sebab tanggung jawab sosial mahasiswa bukan hanya berbicara di mimbar, tapi memastikan kebijakan berpihak pada rakyat,” tutup Sonjaya dengan tegas.

Penulis : Hotman

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat
Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato
Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG
Cabjari Labuhan Deli Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara
Dinsos Pematangsiantar Beri Trauma Healing ke 311 Pedagang Pasar Parluasan
SMAN 2 Pematangsiantar Siapkan 10 Rombel PPDB 2026
“Siantar Darurat Kriminal, Timbul Lingga: Jangan Diam!
Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek di Polresta Deli Serdang Dimutasi
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:21 WIB

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:00 WIB

Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato

Senin, 22 Juni 2026 - 19:54 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 19:43 WIB

Cabjari Labuhan Deli Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara

Senin, 22 Juni 2026 - 10:52 WIB

Dinsos Pematangsiantar Beri Trauma Healing ke 311 Pedagang Pasar Parluasan

Berita Terbaru

Nasional

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur

Senin, 22 Jun 2026 - 22:57 WIB