GM FKPPI PC 0223 Serdang Bedagai Dan PSI, Konsultasi ke Ombudsman

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERDANG BEDAGAI, SSOL.ID- Masalah kekeringan yang melanda lahan pertanian padi di Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serba jadi Kabupaten Serdang Bedagai, kini sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi keluhan utama para petani setempat.

Kondisi ini menyebabkan ribuan hektar sawah gagal panen, produksi menurun drastis, dan kesejahteraan petani terancam, namun hingga saat ini belum ada solusi tuntas dan penanganan maksimal dari pihak terkait. Menyikapi hal tersebut, M. Syahrudi, selaku Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM FKPPI) Pengurus Cabang (PC)0223 Serdang Bedagai, turun tangan dan melakukan langkah tegas dengan menggelar pertemuan serta konsultasi resmi ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, guna mendesak adanya tindakan nyata dan penyelesaian segera .

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keseriusan itu, M. Syahrudi didampingi jajaran pengurus perwakilan warga desa, Dan Partai Sodaritas Indonesia (PSI) memaparkan secara rinci kondisi di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa Desa Pulau Tagor merupakan salah satu lumbung pangan penting di wilayah Serdang Bedagai, namun sejak beberapa tahun terakhir, irigasi utama tidak lagi berfungsi optimal, sumber air menyusut drastis, dan curah hujan yang tidak menentu membuat lahan pertanian terus mengalami kekeringan parah setiap musim tanam .

“Sudah bertahun-tahun petani di sini menderita. Sawah retak-retak, tanaman padi mati sebelum berbuah, biaya bertani habis tapi hasilnya nihil. Kami sudah sampaikan ke dinas terkait, namun penanganan yang diberikan belum sampai ke akar masalah, belum ada perbaikan saluran air, pembangunan sumur bor, atau pengaturan irigasi yang memadai. Ini merugikan ribuan keluarga dan mengancam ketahanan pangan daerah kita,” ungkap M. Syahrudi saat menyampaikan keluhan di hadapan pihak Ombudsman, Selasa (2/6).

Baca Juga :  Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Tabligh Akbar Milad DPD Al-Hidayah Ke-46 dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Sebagai organisasi yang lahir dari nilai pengabdian dan kepedulian sosial, GM FKPPI tidak bisa diam melihat penderitaan warga. M. Syahrudi menegaskan, langkah konsultasi ke Ombudsman adalah bentuk tanggung jawab dan upaya agar pelayanan publik di sektor pertanian dan pengairan benar-benar berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kami datang ke sini bukan sekadar mengadu, tapi meminta pengawasan dan mendesak instansi terkait Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, maupun pemerintah kabupaten untuk segera bertindak nyata. Jangan hanya janji atau laporan di atas kertas, tapi buktikan perhatiannya dengan membangun sarana air, memperbaiki saluran irigasi, dan memberikan bantuan teknis maupun pendampingan kepada petani. Kekeringan ini sudah menahun, tidak boleh dibiarkan berlanjut lagi,” tegasnya.

Pihak Ombudsman menyambut baik laporan dan inisiatif yang dilakukan GM FKPPI. Perwakilan Ombudsman berjanji akan segera menindaklanjuti, melakukan pengecekan ke lokasi, memanggil instansi terkait, serta memastikan bahwa kewajiban pelayanan publik di bidang pertanian dan irigasi di Desa Pulau Tagor terlaksana dengan baik dan tidak ada kelalaian yang merugikan masyarakat .

Baca Juga :  Wali Kota Tanjungbalai Monitoring Ekspos BPKPD Terkait P-APBD Kota Tanjungbalai 2025

M. Syahrudi juga menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendampingi warga sampai masalah ini selesai. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, dan tokoh desa untuk bersatu, menyampaikan data dan fakta yang akurat, serta mengawasi setiap upaya yang dilakukan pemerintah.

“Kami anak-anak purnawirawan mewarisi semangat berjuang dan membela kepentingan rakyat. Di sini kami buktikan, keberadaan kami harus bermanfaat dan menjadi pengawal kepentingan masyarakat. Masalah air dan pertanian adalah urusan nyawa, urusan pangan, dan urusan masa depan daerah. Kami akan terus berjuang sampai ada solusi konkret, air mengalir ke sawah, dan petani bisa kembali berharap panen melimpah,” pungkas M. Syahrudi.

Langkah ini mendapat apresiasi luas dari warga Desa Pulau Tagor yang merasa suara mereka akhirnya didengar dan diperjuangkan. Warga berharap, melalui peran aktif GM FKPPI dan pengawasan Ombudsman, masalah kekeringan yang sudah lama membebani mereka segera menemukan jalan keluar terbaik.

 

 

Penulis : Karim

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus Senkom Mitra Polri Kab.Sergai Ucapkan Selamat Harla Pancasila 1 Juni 2026
Pemkab Karo Siapkan Rp 1 M Festival Bunga dan Buah 2026
Ahli Kaligrafi Rina Habibah Usul MTQ 2027 Harus Ada Lomba Kaligrafi Digital
Ratusan Ibu Serbu GPM Siantar; Minyak Rp 29 Ribu, Telur Rp48 Ribu/Papan Jelang Idul Adha
Majelis taklim dan dzikir Al Haura Kecamatan Datuk Lima Puluh kabupaten Batubara Di Kukuhkan
Plh Walikota Tanjungbalai Pimpin Upacara HBP 2026, Pancasila Bintang Penuntun dan Pemersatu Bangsa
Megah Tapi Ditelan Semak; Eks Rumah Dinas Bupati Simalungun di H Adam Malik Siantar Mangkrak
DPD PSI Serdang Bedagai Gelar Aksi Solidaritas Nasional: Berqurban, Berbagi, dan Menebar Kebaikan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:58 WIB

GM FKPPI PC 0223 Serdang Bedagai Dan PSI, Konsultasi ke Ombudsman

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:57 WIB

Pengurus Senkom Mitra Polri Kab.Sergai Ucapkan Selamat Harla Pancasila 1 Juni 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:29 WIB

Pemkab Karo Siapkan Rp 1 M Festival Bunga dan Buah 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:58 WIB

Ahli Kaligrafi Rina Habibah Usul MTQ 2027 Harus Ada Lomba Kaligrafi Digital

Senin, 1 Juni 2026 - 22:01 WIB

Ratusan Ibu Serbu GPM Siantar; Minyak Rp 29 Ribu, Telur Rp48 Ribu/Papan Jelang Idul Adha

Berita Terbaru

Medan

PWI Sumut Bersama Kejatisu Gelar UKW Profesional

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:47 WIB