LABUHAN BATU UTARA,SSOL.ID – Fasilitas dan aset milik PT Agrinas Palma Nusantara Regional I Sumatera Utara di Dusun Tapian Nauli, Desa Sukaramai, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara menjadi sasaran amukan massa. Sedikitnya 10 bangunan kantor dan rumah karyawan serta sejumlah kendaraan hangus terbakar.
Peristiwa ini diduga dipicu konflik antara oknum aparat dan warga sipil. Seorang warga sipil ditemukan tewas yang diduga akibat penganiayaan oleh sejumlah orang, di antaranya oknum TNI berinisial B dan BD.
Korban diketahui bernama Luis David Hutabarat (33), warga Desa Sukaramai, Kecamatan Kualuh Hulu, Labura. Ia ditemukan tewas di Desa Sukaramai pada Selasa (16/6) malam.
Surya Dayan Pangaribuan SH, kuasa hukum keluarga korban, menjelaskan insiden bermula sekitar pukul 16.00 WIB.
Menurut Dayan, korban saat itu berboncengan dengan saksi JN. Keduanya kemudian dicegat di jalan dan diduga sengaja ditabrak menggunakan sepeda motor hingga terjatuh. Korban selanjutnya diduga dikeroyok oleh para pelaku hingga meninggal dunia.
“Berdasarkan keterangan saksi JN kepada kami, korban yang saat itu pulang dari ladang bersama saksi tiba-tiba dicegat. Korban diduga ditabrak menggunakan sepeda motor secara bergantian oleh dua orang yang disebut saksi berinisial B dan BD,” kata Dayan.
Dayan mengungkapkan jumlah terduga pelaku sebanyak empat orang yang merupakan petugas keamanan PT Agrinas dan kini telah diamankan. Mereka terdiri dari satu oknum TNI aktif, satu mantan TNI, dan dua warga sipil.
Menanggapi hal tersebut, Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P membenarkan adanya keterlibatan oknum TNI berinisial B dan BD yang terindikasi melakukan penganiayaan terhadap Luis Hutabarat.
“Saya dalam perjalanan menuju Rantauprapat. Untuk sementara, berdasarkan informasi yang dihimpun anggota, benar ada oknum TNI Angkatan Darat (AD) yang terindikasi melakukan penganiayaan terhadap almarhum Luis Hutabarat. Dua orang tersebut bukan organik Kodam I/Bukit Barisan, kemudian dari informasi yang saya dapat, yang satu sudah pensiun,” kata Letkol Kav Hanung Kaptiaji Rabu (17/6).
Secara umum, kata Hanung, kedua orang tersebut bertugas sebagai personel pengamanan di PT Agrinas Palma Nusantara pascapengambilalihan lahan dari PT Grahadura.
Dugaan awal, mereka menangkap korban saat diduga mencuri tandan buah segar (TBS). Setelah penangkapan terjadi dugaan tindakan kekerasan yang saat ini masih didalami.
“Hasil visum dan autopsi seperti apa nanti kami tunggu dari pihak rumah sakit dan Polres Labuhanbatu,” ujarnya.
Hanung menambahkan, informasi mengenai peristiwa tersebut kemudian tersebar ke masyarakat dan terjadi miskomunikasi yang memicu emosi warga hingga berujung pada aksi perusakan dan pembakaran.
Saat ini, lanjutnya, pihak yang terindikasi melakukan penganiayaan telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polres Labuhanbatu maupun Subdenpom.
Dalam kesempatan itu, Hanung menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terhadap oknum TNI yang bertugas di wilayah Labuhanbatu.
“Jika ada oknum TNI yang bertugas di wilayah Labuhanbatu dan melakukan pelanggaran hukum, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku. Begitu juga setelah kembali ke Rantauprapat saya akan cek bagaimana prosesnya,” terangnya.
Hanung menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres Labuhanbatu untuk mengungkap kasus tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
“Tentunya kita akan kawal kasus ini. Pihak PT Agrinas Palma Nusantara hari ini sudah dipanggil dan melaksanakan koordinasi terkait hal tersebut. Kemudian kejadian ini juga sudah saya laporkan ke komando atas, dalam hal ini Korem dan Kodam,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Penulis : Indah









