MANDAILING NATAL, SSOL.ID – Ketua Umum Koalisi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal [Komandan Madina], Robi Nasution, mengapresiasi langkah Pemprov Sumut menertibkan PETI di Kecamatan Kotanopan. Namun ia meminta aksi itu tidak berhenti di satu titik.
“Kami mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara. Tetapi penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai hanya satu lokasi yang ditindak, sementara beberapa lokasi PETI lainnya masih terus beroperasi,” tegas Robi, Kamis 2/7/2026.
Robi menyebut PETI masih aktif di Batang Natal, Lingga Bayu, Siabu, dan kecamatan lain. Ia menilai ini harus jadi bahan evaluasi APH agar pengawasan dan penindakan konsisten dan profesional.
Sorotan di Sungai Batang Gadis
Komandan Madina menyoroti aktivitas PETI di wilayah Sungai Batang Gadis, perbatasan Madina–Tapanuli Selatan. Beberapa bulan lalu, tim Polda Sumut pimpinan Wakapolda Brigjen Pol. Sonny Irawan sudah melakukan penertiban di kawasan itu.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas diduga kembali berlangsung. “Bahkan mencapai puluhan excavator beroperasi, sehingga ini terkesan para mafia tambang tidak takut terhadap Aparat Penegak Hukum, termasuk Polda Sumut,” ujarnya.
Desak Evaluasi Polres Madina & Tapsel
Robi mendesak Kapolda Sumut mengevaluasi kinerja Polres Mandailing Natal dan Polres Tapanuli Selatan. Menurutnya, jika PETI kembali beroperasi setelah ditertibkan, efektivitas pengawasan di lapangan patut dipertanyakan.
“Kapolda Sumut jangan tutup mata. Evaluasi aparat yang diduga lalai atau apabila terbukti terlibat membiarkan aktivitas PETI. Penegakan hukum harus menyasar seluruh pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Komandan Madina menyatakan akan terus mengawal kasus PETI sebagai bentuk kontrol sosial. Jika tidak ada tindakan nyata, mereka akan menyampaikan aspirasi langsung ke Polda Sumut.
“Penegakan hukum harus profesional dan tanpa tebang pilih agar kepercayaan masyarakat terhadap aparat tetap terjaga,” pungkas Robi.
Penulis : Hotman
Editor : Yuli









