MADINA, SSOL.ID– Satu unit angkutan kota berisi rombongan santri terjun ke jurang sedalam 50 meter di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Empat orang mengalami luka ringan.
Kecelakaan tunggal itu terjadi di Jalan Umum KM 9-10 jurusan Panyabungan–Kotanopan, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan.
Kasatlantas Polres Madina Iptu Sumardi mengatakan angkot BB 1918 HB yang mengangkut 14 penumpang itu mencoba mendahului kendaraan di depan pada tikungan kiri.
“Dari arah berlawanan datang kendaraan lain sehingga sopir berupaya menghindar, namun kehilangan kendali dan terjatuh ke jurang di sisi kiri jalan,” kata Sumardi, Selasa (23/6/2026).
Sopir Oleng Saat Menyalip Truk
Angkot tersebut membawa santri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Sopir Maruli Cahyono, 34, warga Mompang Julu, mengalami luka robek wajah serta lecet bahu dan lengan.
Penumpang Abdul Bais, 15, menyebut angkot oleng saat menyalip truk lalu tergelincir. “Angkot sempat oleng sebelum akhirnya jatuh ke bawah,” ujarnya.
Tiga santri lain yang luka ringan: Muhammad Ariansyah, 15, Rahmad Kurniawan, 15, dan Abdul Bais, 15. Keempatnya dirawat di RSUD Panyabungan. Bodi depan angkot ringsek dan kaca pecah.
Warga Soroti Keselamatan Angkot
Peristiwa ini memicu sorotan soal keselamatan angkutan umum di Madina. Warga menilai sopir angkot kerap melaju kencang dan mengangkut penumpang melebihi kapasitas, termasuk yang duduk di atap atau bergelantungan di pintu.
Kondisi ini dinilai berisiko tinggi dan butuh pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Penulis : Wahyu









