MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID-Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Indonesia, Zita Anjani, tiba di Medan untuk mengawal langsung bantuan logistik dari Pemerintah Pusat bagi korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara (Sumut), khususnya Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng).
Zita yang berangkat dari Halim Perdana Kusuma dan tiba di Lanud Soewondo Medan menegaskan kehadirannya merupakan arahan langsung Presiden agar seluruh jajaran kabinet terus bekerja memastikan tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal.
“Hari ini kita berkolaborasi tentunya dengan TNI, Polri, juga Bulog. Tadi kita juga bawa perlengkapan seperti kasur, perlengkapan baju, handuk, diapers, barang-barang kebutuhan dasar, khususnya para perempuan, anak-anak, dan lansia yang terdampak,” kata Zita, Selasa (2/12).
Setelah menurunkan logistik awal, pesawat Hercules yang sama akan langsung diisi ulang dengan bantuan pangan untuk dikirim ke lokasi yang aksesnya sulit.
“Habis ini masuk lagi ke dalam pesawat itu beras 10 ton. Selain itu, ada makanan-makanan lainnya untuk nanti di Sibolga dan Tapanuli Tengah,” tuturnya.
Bantuan tersebut akan dikawal langsung dan berhenti di Bandar Udara dr. Ferdinand Lumban Tobing di Tapanuli Tengah, yang nantinya akan didistribusikan hingga ke Sibolga.
Langkah cepat ini diambil menyusul kondisi di Sibolga yang memprihatinkan dan sempat dilanda kelangkaan makanan.
“Kemarin sempat ramai, kebutuhan makanan makanya kita antarkan di sini, beras untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Zita menekankan kehadirannya, yang akan dilanjutkan ke Aceh besok, bukan hanya sekadar pengiriman logistik, tetapi juga dukungan moral bahwa Pemerintah Pusat hadir.
“Bukan hanya bantuannya, tapi secara moril hati kami bersama para korban masyarakat yang ada di Sumut pada hari ini. Pemulihan masyarakat itu prioritas, jika warganya kuat pasti daerahnya bangkit,” katanya.
Ia juga menyampaikan himbauan agar masyarakat tetap waspada. Mengacu pada peringatan BMKG, Desember merupakan bulan rawan potensi bencana banjir di wilayah Jawa dan Sumatera akibat siklon. Meskipun siklon telah bergeser ke arah Singapura dan Malaysia, curah hujan masih tinggi.
“Bahkan tadi ada prediksi mau ada banjir lagi, di Sibolga. Jadi ini masih berlanjut,” ucapnya seraya memastikan pengiriman bantuan dari Pusat dilakukan secara kontiniu dan tidak pernah berhenti.
Penulis : Yuli









