Awal Puasa 2026 Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah, dan BRIN

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUARASUMUTONLINE.ID – Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau puasa 2026 kembali berpotensi tidak seragam. Perbedaan ini tidak semata dipicu oleh hasil rukyatul hilal, melainkan perbedaan pendekatan dalam penentuan posisi hilal yang digunakan pemerintah, organisasi keagamaan, serta kalangan peneliti.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan awal puasa tahun ini berpeluang jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, bergantung pada kriteria yang dijadikan acuan.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, mengatakan sumber perbedaan kali ini bukan terletak pada data astronomi, melainkan pada penggunaan konsep hilal lokal dan hilal global.

“Potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H cukup besar. Bukan karena perbedaan data astronomi, tetapi karena kriteria yang digunakan, apakah berbasis wilayah lokal atau global,” ujar Thomas, Jumat (6/2).

Ia menjelaskan, mayoritas organisasi Islam di Indonesia serta pemerintah masih menggunakan pendekatan hilal lokal, yang mensyaratkan keterlihatan hilal di wilayah Indonesia.

“Pada saat magrib 17 Februari, posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Dengan kriteria hilal lokal, maka awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026,” katanya.

Baca Juga :  Di Duga Hasil Pembalakan Liar, Tumpukan Gelondongan Kayu Milik PT. Tanjung Timberindo Industry, Dipertanyakan, Masyarakat Masih Menunggu Aksi Poldasu

Namun, hasilnya akan berbeda jika menggunakan pendekatan hilal global, yakni ketika hilal telah memenuhi kriteria di salah satu wilayah dunia dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

“Dengan kriteria global, pada 17 Februari posisi hilal sudah memenuhi syarat di Alaska. Karena itu, awal Ramadan bisa ditetapkan pada 18 Februari 2026,” ucap Thomas.

Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia tetap menunggu keputusan Kementerian Agama RI melalui sidang isbat. Kemenag menjadwalkan pengamatan hilal dan sidang isbat pada 17 Februari 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Ketinggian hilal tercatat antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat (Sumbar).

Dengan kondisi tersebut, secara rukyat hilal diperkirakan belum dapat terlihat. Jika mengacu pada kriteria ini, awal Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Indonesia menggunakan kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Pada 18 Februari 2026, BMKG mencatat posisi hilal sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian sekitar 7,62 hingga 10,03 derajat dan elongasi di atas 10 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi syarat visibilitas.

Baca Juga :  Daftar Lengkap UMK 33 Kabupaten/Kota di Sumut 2026, Medan dan Deli Serdang Tertinggi

 

Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari

Muhammadiyah menggunakan pendekatan hilal global. Melalui maklumat resminya, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal yang digunakan secara internal.

NU Masih Menunggu Rukyat

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan keputusan resmi. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir bulan Syaban. Meski demikian, berdasarkan Kalender Almanak NU, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sejalan dengan pendekatan hilal lokal.

Dengan demikian, awal puasa 2026 berpeluang jatuh pada 18 atau 19 Februari. Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi nasional, sembari tetap menghormati perbedaan metode penetapan yang digunakan masing-masing pihak.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sebut Jambore TK/RA Bandar Khalipah Bisa Jadi Teladan dan Contoh di 21 Kecamatan Se Deli Serdang
Gubsu Minta Kepala Daerah se-Kabupaten Nias Percepat Usulan BKP 2027
Gubsu Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
Kapolda Sumut Resmikan Polres Padang Lawas
Barak Narkoba Marak Di Langkat, DPM USU : Polres Langkat Jangan Hanya Gimmick
DPP IM3 Madina Sebut “Membangun Madina Hanya Slogan Kosong di Atas Kertas Berita
Geruduk Mabes Polri, Mahasiswa Desak tangkap dugaan Oknum Kepala Desa Singengu Julu Dalam Aktivitas PETI
Kadis SDABMBK Kerahkan Alat Berat Keruk Sedimentasi Tebal di Jalan Taduan
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Bupati Sebut Jambore TK/RA Bandar Khalipah Bisa Jadi Teladan dan Contoh di 21 Kecamatan Se Deli Serdang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Gubsu Minta Kepala Daerah se-Kabupaten Nias Percepat Usulan BKP 2027

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Gubsu Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Kapolda Sumut Resmikan Polres Padang Lawas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:49 WIB

DPP IM3 Madina Sebut “Membangun Madina Hanya Slogan Kosong di Atas Kertas Berita

Berita Terbaru

Daerah

Gubsu Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:29 WIB

Daerah

Kapolda Sumut Resmikan Polres Padang Lawas

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:27 WIB