Dugaan Korupsi Anggaran Dua Proyek RSU Haji Medan Resmi Dilapor ke Kejati Sumut

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID–  Dugaan korupsi anggaran dua proyek pekerjaan pada Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Laporan dugaan mark up proyek yang dikerjakan PT MC tahun 2024 tersebut, secara resmi dilayangkan Lembaga Gerakan Rakyat Azas Keadilan Sumatera Utara (Gerak Sumut), melalui surat Nomor: 77/LSM GERAK-M/I/2026 tertanggal 7 Januari 2026.

“Suratnya sudah resmi kita masukan ke PTSP Kejati Sumut,” ungkap Ketua Investigasi DPD LSM Gerak Sumut, R Sirait, kepada media di Medan, Kamis (8/1).

Baca Juga :  AMP2K Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina Terkait PETI

Dugaan korupsi pada dua pekerjaan proyek terjadi pada pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) mesin Anesthesi Galaxy (Set A.7) sebesar Rp1.535.860.000, dan Ventilator HFO Leoni Plus (Set A.2) sebesar Rp1.899.578.000.

Akibat dugaan mark up pada dua proyek RSU Haji Medan itu, keuangan negara mengalami kerugian yang cukup signifikan.

“Negara mengalami kerugian yang cukup signifikan. PT MC ini beralamat di Jalan Pahlawan No 85 Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung,” sebutnya.

Dalam kasus ini, kata Sirait, berdasarkan hasil pencarian sebagai perbandingan beberapa harga dari berbagai distributor untuk alat tersebut, diduga terjadi perbuatan melawan hukum dengan kemahalan harga.

Baca Juga :  Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumut Kunjungi Unit Untuk Interaksi Dengan Pelanggan

“Selain itu diduga tidak dilakukan survey dan harga perhitungan sendiri (HPS) oleh panitia pengadaan,” ujar pria yang getol mengungkap kasus-kasus korupsi itu.

Menurut Sirait, berdasarkan analisa maupun permasalahan sebagaimana yang diuraikan dalam laporannya, diduga melibatkan KPA, PPK, maupun pihak pengadaan barang dan jasa.

Hingga berita ini dilansir, pihak RSU Haji Medan maupun PT MC, belum terkonfirmasi untuk dimintai keterangannya terkait dugaan mark up yang merugikan keuangan negara tersebut.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kompolnas: Penanganan Kasus Winda oleh Polrestabes Medan Logus
Tambang di Pulo Padang Ditertibkan, Warga Minta Solusi
Ketua OKK GRIB Jaya Madina Desak Kapolres Usut Dugaan Penimbunan Solar
Razia Lapas Labuhan Ruku, 100 WBP Jalani Tes Urin
Massa GAMPERA Demo DPRD Pematangsiantar, Desak Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Diusut
Wawako Tanjungbalai Evaluasi Program MBG
Kunjungi Pemkab Batubara, Dahnil Ginting Bahas Pelestarian Mangrove Cegah Abrasi Pantai
Jelang Pelantikan, Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi Badan Wakaf Indonesia Kota Tanjungbalai
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:11 WIB

Kompolnas: Penanganan Kasus Winda oleh Polrestabes Medan Logus

Rabu, 23 September 2026 - 19:08 WIB

Tambang di Pulo Padang Ditertibkan, Warga Minta Solusi

Rabu, 23 September 2026 - 19:02 WIB

Ketua OKK GRIB Jaya Madina Desak Kapolres Usut Dugaan Penimbunan Solar

Rabu, 23 September 2026 - 19:00 WIB

Razia Lapas Labuhan Ruku, 100 WBP Jalani Tes Urin

Rabu, 23 September 2026 - 18:57 WIB

Massa GAMPERA Demo DPRD Pematangsiantar, Desak Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Diusut

Berita Terbaru

Daerah

Tambang di Pulo Padang Ditertibkan, Warga Minta Solusi

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:08 WIB

Daerah

Razia Lapas Labuhan Ruku, 100 WBP Jalani Tes Urin

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:00 WIB