DPRD Sumut Desak Pemerintah Tangani Stabilitas Pangan hingga Gas LPG Subsid

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID -Anggota Komisi B (Bidang Perekonomian) DPRD Sumatera Utara (Sumut), Muniruddin Ritonga, mendesak pemerintah untuk segera menangani stabilitas kebutuhan pangan serta ketersediaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi di Sumut.

Desakan itu disampaikan Munir menyusul banyaknya keluhan masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana longsor dan banjir, meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, hingga Kota Medan, yang kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dan gas LPG subsidi.

“Kita sangat mendesak pemerintah untuk cepat turun tangan mengatasi stabilitas pangan, khususnya kebutuhan utama masyarakat seperti gas LPG bersubsidi, BBM, dan lainnya,” ujar Munir kepada Mistar, Selasa (2/12).

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sumut itu, persoalan kebutuhan pangan merupakan faktor prioritas, terlebih bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Pangan adalah kebutuhan utama, jadi pemerintah harus menjamin stabilitasnya. Begitu juga dengan gas LPG. Kita ingin masyarakat dipastikan aman di sektor itu terlebih dahulu, karena ini menjadi energi untuk bertahan hidup, khususnya bagi anak-anak,” ucap politisi PKB tersebut.

Baca Juga :  Besok, Pedagang di Lantai 2 Pasar Sambas Harus Kosongkan Lapaknya

Berdasarkan temuan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Munir mengatakan masyarakat kerap mengeluhkan sulitnya memperoleh kebutuhan pokok. Hal itu diduga akibat terputusnya akses distribusi imbas bencana, sehingga jalur logistik menjadi terganggu.

“Kita menerima keluhan dari ratusan warga Tabagsel. Mereka berharap bantuan dari pemerintah bisa tersalurkan, namun sampai sekarang masih banyak yang belum menerima. Bahkan ketika mereka ingin membeli bahan makanan pun sudah sangat sulit karena akses yang terbatas,” ujarnya.

Beberapa kebutuhan yang banyak dikeluhkan meliputi beras, minyak goreng, bawang, cabai merah, telur, mi instan, hingga kebutuhan BBM dan gas LPG subsidi.

Baca Juga :  Dari 71 SPPG Yang Beroperasi di Medan, Baru 42 yang Terima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

“BBM untuk kendaraan dan gas LPG subsidi sangat sulit didapatkan. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Masyarakat ingin memasak untuk bertahan hidup saja susah,” katanya.

Munir menegaskan, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan, mengingat banyak korban bencana sudah kehilangan harta benda dan masih harus mengungsi di posko-posko penampungan di wilayah Tabagsel.

“Masyarakat sudah tidak punya apa-apa. Mereka hanya berharap kebutuhannya dibantu dan dijamin pemerintah. Jadi kita minta bantuan pemerintah terus turun dan bisa segera didistribusikan,” ucapnya lagi.

Ia juga berharap persoalan stabilitas pangan dan ketersediaan BBM subsidi dapat dituntaskan sesingkat-singkatnya, agar masyarakat di pengungsian memiliki semangat baru untuk bangkit.

“Kita berharap ini segera teratasi, supaya warga yang berada di pengungsian bisa pulang dengan semangat menghadapi musibah ini,” tutup Munir.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Miris, Bantuan Empat Warga Kurang Mampu di Medan di duga ” Disunat” Kepling
Mantan Lurah Bandar Selamat TP. Siregar di Duga Korupsi Pembangunan Jalan
Kejati Sumut Bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Gelar Pasar Murah
Mudik Pertamina 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Link Daftar, dan Cara Ikutnya Sebelum Kuota Habis
Komisi IV DPRD Minta Pemko Medan Serius Lakukan Pengawasan Kebocoran PAD
Jukir Liar ‘Banjiri’ Ramadhan Fair 2026, Tarif Dipatok Rp5000 Mobil dan Rp3.000 Sepeda Motor
Berbagi Berkah Bulan Ramadhan 1447 H, Kajati Sumut Bagikan Ratusan Paket Takjil
Dugaan Penyerangan Rumah Advokat Acil Lubis, Aktivis ’98 : ” Kapoltabes Harus Atensi Untuk Berikan Rasa Aman Pada Warga”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 23:20 WIB

Miris, Bantuan Empat Warga Kurang Mampu di Medan di duga ” Disunat” Kepling

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:48 WIB

Mantan Lurah Bandar Selamat TP. Siregar di Duga Korupsi Pembangunan Jalan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:34 WIB

Kejati Sumut Bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Gelar Pasar Murah

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:07 WIB

Mudik Pertamina 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Link Daftar, dan Cara Ikutnya Sebelum Kuota Habis

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:01 WIB

Komisi IV DPRD Minta Pemko Medan Serius Lakukan Pengawasan Kebocoran PAD

Berita Terbaru

Hukum

Kejatisu Periksa 5 Kades Dairi

Selasa, 10 Mar 2026 - 11:39 WIB