Inilah 9 Daerah Terkaya di Sumatera Utara, Peringkat Satu Dipegang oleh Kota yang Dijuluki Parisnya Sumatera

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Salah satu cara untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu daerah adalah dengan melihat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ini adalah total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu wilayah selama setahun.

Provinsi Sumatera Utara punya banyak hal menarik, salah satunya adalah kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonominya yang luar biasa besar.

berikut ini adalah 9 kabupaten dan kota di Sumut yang paling kaya berdasarkan PDRB per kapita, kita

1. Kota Medan

Sebagai ibukota provinsi, nggak heran kalau Medan jadi yang terdepan. Kota ini punya PDRB per kapita sekitar Rp112,59 juta per tahun.
Jumlah penduduk di kota berjuluk Paris Van Sumatera ini lebih dari 2,2 juta jiwa dan luas sekitar 265 km². Medan jadi pusat segala kegiatan ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, hingga industri.

2. Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Labusel terkenal banget dengan sektor pertanian dan perkebunannya. PDRB per kapita di sini mencapai Rp113,62 juta!

Dengan jumlah penduduk sekitar 326 ribu orang dan luas 3.596 km2, ekonomi daerah ini banyak ditopang dari industri pengolahan juga.

Baca Juga :  Viral Cacing Tanah dalam MBG SMAN 6 Medan, Kepala SPPG Minta Maaf dan Lakukan Pengecekan

3. Kabupaten Batubara
Letaknya yang dekat dengan pelabuhan internasional bikin Batubara makin strategis sebagai pusat ekspor-impor.

PDRB per kapita di sini tercatat Rp111,68 juta. Penduduknya sekitar 209 ribu jiwa dan luas wilayahnya sekitar 905 km2.
Labuhan Batu juga andalkan sektor perkebunan dan pertanian untuk memutar roda ekonominya.

Dengan luas 2.156 km² dan penduduk hampir 294 ribu orang, PDRB per kapitanya mencapai Rp89,06 juta. Industri pengolahan juga punya andil besar.

5. Kabupaten Labuhan Batu Utara

Daerah ini punya banyak perkebunan kelapa sawit dan karet. Tak heran, PDRB per kapitanya menyentuh angka Rp82,79 juta. Dengan luas 2.561 km² dan penduduk sekitar 357 ribu jiwa, sektor transportasi dan akomodasi juga ikut mendongkrak ekonomi.

6. Kota Sibolga
Meski kecil, hanya 10,77 km², tapi Sibolga punya PDRB per kapita sebesar Rp74,74 juta. Kota ini terkenal dengan sektor perikanan, perdagangan, serta usaha hotel dan restoran. Lokasinya yang di tepi laut bikin ekonomi bergerak aktif.

7. Kabupaten Deli Serdang
Letaknya yang bersebelahan langsung dengan Kota Medan membuat Deli Serdang jadi daerah industri dan perdagangan yang berkembang pesat. Dengan jumlah penduduk 2,1 juta jiwa dan luas wilayah 2.498 km², PDRB per kapitanya tembus Rp88,92 juta.

Baca Juga :  Rumah ODGJ di Tanjungbalai Hangus Terbakar

8. Kabupaten Asahan

Kabupaten Asahan punya luas wilayah sekitar 3.702 km² dengan penduduk hampir 770 ribu jiwa.
PDRB per kapita di sini mencapai Rp63,9 juta. Ekonominya banyak didukung sektor perkebunan, industri pengolahan, dan pendapatan asli daerah.

9. Kabupaten Karo

Kalau kamu suka ke Berastagi atau Gunung Sinabung, berarti kamu pernah ke Kabupaten Karo.
Daerah ini punya PDRB per kapita sekitar Rp62,76 juta. Dengan luas 2.127 km² dan jumlah penduduk sekitar 323 ribu jiwa, pertanian dan pariwisata jadi penggerak ekonomi utamanya.

Melihat data-data di atas, bisa disimpulkan kalau daerah dengan sektor unggulan seperti industri pengolahan, letak strategis, atau sektor perkebunan, punya peluang lebih besar untuk mencatatkan PDRB per kapita yang tinggi.

Meski Kota Medan masih jadi juaranya soal kekayaan berdasarkan PDRB, bukan berarti daerah lain nggak punya potensi. Justru mereka terus berkembang dan bisa saja menyalip kota di peringkat pertama. Int

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan
Sejumlah Proyek Strategis Nasional Diduga Bikin Rugi PT Pelindo
Dugaan Penyalahgunaan Dana Pokir, GAMSU Desak Kejagung Periksa Oknum DPRD Langkat
Aliansi Pemuda Sumut Demo Pemko Binjai, Tuntut Kabag Perekonomian Dicopot
Pemda Diminta Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pematangsiantar Menanti Petunjuk Teknis
Di Duga Lemah Pengawasan, Proyek Irigasi Rp 588 Jura di Lokkung Raya Simalungun Retak Dini
Proyek Rekontruksi Jalan Dinas PUTR Simalungun Terkesan Asal Jadi
Kejatisu Tahan GM PT Yodya Karya (Persero) Dalam Kasus Dugaan Korupsi Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Tele
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:15 WIB

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:04 WIB

Sejumlah Proyek Strategis Nasional Diduga Bikin Rugi PT Pelindo

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:38 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Dana Pokir, GAMSU Desak Kejagung Periksa Oknum DPRD Langkat

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:32 WIB

Aliansi Pemuda Sumut Demo Pemko Binjai, Tuntut Kabag Perekonomian Dicopot

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:31 WIB

Pemda Diminta Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pematangsiantar Menanti Petunjuk Teknis

Berita Terbaru