Sumut Masuk Daftar Bulan Dalam Pembangunan 100 Infrastruktur Baru Senilai Rp 5 Triliun

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Perum Bulog menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk biaya pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini bertujuan mengatasi kendala logistik dan memperkuat ketahanan pangan khususnya di wilayah kepulauan.

Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara, Erwin Budiana, mengatakan bahwa Bulog menganggarkan dana secara nasional untuk pembangunan 100 titik infrastruktur baru.

“Salah satunya ada di Sumut. Memang pada saat ini kami masih dalam proses pencarian tempat,” kata Erwin, Rabu (26/11).

Erwin menyebutkan bahwa Bulog sangat memerlukan gudang di luar Kota Gunungsitoli. Selama ini, operasional Bulog di Nias hanya terpusat di Gunungsitoli dan sering mengalami kendala, terutama karena kondisi cuaca buruk yang menghambat pengiriman barang.

“Kami sangat memerlukan gudang di luar Kota Gunungsitoli, tentunya yang terpilih adalah Nias Selatan. Kenapa dibuat di situ, karena memang sangat memerlukan gudang di luar Gunungsitoli,” ucapnya.

Baca Juga :  Disinyalir Pembangunan Jembatan di Desa Bandar Dolok Kecamatan Galang Beraroma Korupsi

Erwin mengakui bahwa komoditas pangan yang dikelola di Nias, termasuk beras, gula, dan jagung, sebagian besar masih didatangkan atau diimpor dari luar Pulau Nias, seperti jagung dari Karo dan Simalungun. Kendala pengiriman barang menjadi alasan utama pembangunan gudang baru di Nias Selatan.

“Dari pihak Pemda dan Bupati, sudah menawarkan lokasi tanahnya, sehingga nanti kami sudah komplit dan akan membangun infrastruktur berupa gudang,” ujar Erwin.

Menurutnya, anggaran Rp50 miliar per titik dapat digunakan untuk berbagai fasilitas, mulai dari gudang, penggilingan, hingga conveyor center dan pengering jagung, tergantung kebutuhan lokasi.

Terkait dengan strategi stabilisasi harga, Erwin menjelaskan bahwa Bulog berupaya memenuhi demand pasar, terutama saat supply dari petani lokal menurun.

“Harapannya adalah harga menjadi stabil. Lalu yang kedua, mencegah spekulan,” tuturnya.

Baca Juga :  Elfanda Ananda : "Kejaksaan dan KPK di Minta Turun Selidiki Proyek Underpass HM Yamin Medan"

Bulog menerapkan mekanisme pengawasan ketat, terutama dalam penyaluran bantuan pangan dan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dalam penyaluran SPHP, konsumen hanya bisa membeli maksimal dua sak beras.

“Tujuannya diharapkan dengan ketentuan tersebut tidak ada orang yang memborong, dijual, atau dicampur,” katanya.

Erwin juga menyinggung masalah distribusi, terutama di Nias. Namun, ia bersyukur Bulog memiliki anak perusahaan, Jasa Prima Logistik, yang membuat mereka tidak kesulitan mencari angkutan.

Menanggapi pertanyaan mengenai cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap pengiriman, Erwin menegaskan adanya kolaborasi yang kuat dengan pemerintah dan militer.

“Kami meminjam kapal dari TNI AL untuk membantu menyegerakan pendistribusian komoditi tersebut,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Bulog akan terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBNKB Kendaraan Bekas Gratis, Tapi Pemilik Tetap Harus Bayar Ini
Rumah Dinas Bank Mandiri di Medan Diduga Dialihfungsikan Jadi Parkir RS Colombia Asia
BGN Larang Dapur MBG Pakai LPG 3 Kg, Minyakita, dan Beras SPHP
Wali Kota Tanjungbalai Bertemu Kepala Kanwil BPN Provsu Bahas Percepatan Penyusunan NPGT dan Sertifikasi Aset Daerah
Galian C Ilegal di Tadukan Raga Deli Serdang Marak, Warga Keluhkan Debu dan Lubang Berbahaya
BMKG: 7 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan 11 Wilayah Berpotensi Angin Kencang pada Senin 27 Juli 2026
Bank Sumut Jadi Mitra Penyalur Pinjaman Bunga 0 Persen Pemkot Batam
140 Tahun Perkeretaapian di Sumut, Kini Jadi Moda Transportasi Favorit Masyarakat
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:34 WIB

BBNKB Kendaraan Bekas Gratis, Tapi Pemilik Tetap Harus Bayar Ini

Senin, 27 Juli 2026 - 17:04 WIB

Rumah Dinas Bank Mandiri di Medan Diduga Dialihfungsikan Jadi Parkir RS Colombia Asia

Senin, 27 Juli 2026 - 16:33 WIB

BGN Larang Dapur MBG Pakai LPG 3 Kg, Minyakita, dan Beras SPHP

Senin, 27 Juli 2026 - 15:38 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Bertemu Kepala Kanwil BPN Provsu Bahas Percepatan Penyusunan NPGT dan Sertifikasi Aset Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 13:52 WIB

Galian C Ilegal di Tadukan Raga Deli Serdang Marak, Warga Keluhkan Debu dan Lubang Berbahaya

Berita Terbaru