Kasasi Ditolak, Empat Terdakwa Pengedar 45 Kg Sabu dari Lapas Divonis Mati

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID– Empat terdakwa kasus sabu-sabu dengan berat total 45 kg yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan dijatuhi vonis mati dan satu terdakwa lainnya penjara seumur hidup.

Keempat terdakwa yang divonis hukuman mati antara lain Nasrun alias Agam selaku pengendali peredaran sabu dari dalam Lapas Medan, Mhd. Rahmad, Tgk. Mansur, dan Mahadir Muhammad, masing-masing sebagai kurir barang haram tersebut.

Adapun satu terdakwa lainnya yang divonis penjara seumur hidup ialah Safrizal. Peran Safrizal dalam kasus ini juga sebagai kurir. Vonis kelimanya telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan kasasi.

MA dalam putusan kasasinya menyatakan menolak seluruh permohonan kasasi dari para terdakwa. Sehingga, empat terdakwa tetap divonis mati dengan mengacu pada putusan banding yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Hanya Safrizal yang kasasinya ditolak, tetapi vonisnya diturunkan dari sebelumnya hukuman mati berdasarkan hasil putusan PT Medan menjadi penjara seumur hidup.

Baca Juga :  Plt Camat Medan Polonia dan 4 Anak buahnya jadi Saksi Korupsi Anggaran BBM

“Tolak kasasi terdakwa Nasrun alias Agam, Mhd. Rahmad, Tgk. Mansur, Mahadir Muhammad, dan Safrizal. Pidana penjara selama seumur hidup untuk Safrizal,” ucap Hakim MA dalam putusan kasasi No. 4681, 4682, 127, 5101, dan 4119 K/PID.SUS/2025 yang dilihat, Minggu (13/9/2026).

Hakim Agung menyatakan perbuatan para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkoba sebagaimana Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sesuai dengan dakwaan primer.

Dalam kasus ini, terdapat satu terdakwa lainnya, yakni Nur Fadli. Nur divonis mati oleh majelis hakim PT Medan dan vonis tersebut telah inkrah setelah Nur tidak mengajukan upaya hukum kasasi ke MA.

Untuk diketahui, kasus ini terjadi pada Kamis (21/9/2023). Saat itu, anggota Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara menangkap Luthfi (berkas terpisah) di Bandara Internasional Kualanamu.

Dari hasil interogasi, barang bukti sabu yang dimiliki Luthfi berasal dari seseorang yang bernama Aris (dalam penyelidikan). Lalu, polisi melakukan pengembangan dan Aris diketahui berada di Kota Langsa, Aceh.

Baca Juga :  Kegiatan Fiktif Jadi Temuan BPK Miliaran Rupiah Pada PT Angkasa Pura II

Polisi lalu menyetop dan menggeledah satu unit mobil yang membawa sabu 45 kg di wilayah Aceh. Di dalam mobil tersebut terdapat Safrizal serta Mahadir. Mereka kemudian ditangkap oleh pihak kepolisian.

Saat diinterogasi, Safrizal mengaku sabu tersebut akan diantar kepada Rahmad yang telah menunggu di jalan lintas Medan–Banda Aceh, tepatnya di Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.

Kemudian, polisi menangkap Rahmad, Tgk. Mansur, Mahadir, dan Nur. Kepada polisi, mereka mengaku disuruh Nasrun untuk mengantarkan sabu-sabu tersebut ke Lampung dengan upah sebesar Rp200 juta.

Polisi lalu melakukan pengembangan dan Nasrun yang tengah menjalani pidana di Lapas Medan dijemput polisi pada Rabu (4/10/20231). Selanjutnya, Nasrun dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Pemko Medan Kejar Kembali Penghargaan Adipura
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara
Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025
Sidang Korupsi PNBP KSOP Belawan, Saksi Sebut Pembayaran Jasa Kapal ke Pelindo
Prof OK Saidin Sebut Penyadapan Ilegal Bentuk Pengkhianatan Dari Dalam
EMPAT JENDERAL SUDAH DI TETAPKAN JADI TERSANGKA PENYADAPAN
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan

Jumat, 6 November 2026 - 15:19 WIB

Pemko Medan Kejar Kembali Penghargaan Adipura

Jumat, 6 November 2026 - 15:16 WIB

Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta

Jumat, 6 November 2026 - 15:11 WIB

Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara

Jumat, 6 November 2026 - 15:02 WIB

Kejari Pematangsiantar Periksa Pengadaan Komputer Dinkes 2025

Berita Terbaru

Medan

Pemko Medan Kejar Kembali Penghargaan Adipura

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:19 WIB