JAKARTA, SSOL.ID – Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI meluruskan informasi viral yang menyebut 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV.
Berdasarkan data resmi, jumlah kasus HIV pada kelompok usia 11-17 tahun di Sidoarjo sejak 2001 hingga Juni 2026 tercatat 60 kasus, bukan 522.
Isu tersebut beredar di media sosial dan memicu keresahan publik. Menanggapi hal itu, Kemenkes menegaskan peningkatan jumlah kasus yang ditemukan bukan berarti penularan meningkat, melainkan karena cakupan layanan deteksi dini yang semakin luas.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni mengatakan, deteksi dini penting agar penderita segera mendapat terapi antiretroviral atau ARV.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko. Mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga,” kata Andi dalam siaran pers, Sabtu (25/7/2026).
Rincian Data HIV di Sidoarjo Usia 0-24 Tahun
Kemenkes mencatat sejak 2001 hingga Juni 2026 terdapat 1.183 kasus HIV kumulatif pada usia 0-24 tahun di Kabupaten Sidoarjo. Rinciannya:
1. Usia 0-10 tahun: 117 kasus. Semua berasal dari penularan ibu ke anak. 32 anak masih hidup dan jalani ARV, 35 meninggal, 50 lost to follow up.
2. Usia 11-17 tahun: 60 kasus. 4 kasus penularan vertikal, 56 kasus penularan horizontal. 34 remaja masih pengobatan, 7 meninggal, 19 lost to follow up.
Kepala Dinkes Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut dari 60 kasus itu, saat ini 53 anak usia pelajar masih hidup dengan HIV.
3. Usia 18-24 tahun: 1.006 kasus. Sebagian besar penularan horizontal. 572 orang masih pengobatan, 123 meninggal, 311 lost to follow up.
Fokus Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak
Kemenkes juga menyoroti pentingnya program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak atau PPIA. Data 2022-Juni 2026 mencatat 163 ibu hamil dengan HIV di Sidoarjo.
Jika ibu hamil menjalani tes dan pengobatan ARV sejak awal, risiko penularan ke bayi bisa ditekan hingga di bawah 2 persen.
Tim Kemenkes telah melakukan supervisi ke Sidoarjo, termasuk ke Delta Crisis Center, untuk memverifikasi data dan mengevaluasi program pencegahan, pengobatan, serta pendampingan ODHIV.
Kemenkes mengimbau masyarakat tidak memberikan stigma kepada Orang dengan HIV dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika memiliki faktor risiko.
Penulis : Hairul Buhari









