Kemenkes Klarifikasi Isu 522 Pelajar di Sidoarjo Kena HIV: Data Sebenarnya 60 Kasus Usia 11-17 Tahun

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SSOL.ID – Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI meluruskan informasi viral yang menyebut 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV.

Berdasarkan data resmi, jumlah kasus HIV pada kelompok usia 11-17 tahun di Sidoarjo sejak 2001 hingga Juni 2026 tercatat 60 kasus, bukan 522.

Isu tersebut beredar di media sosial dan memicu keresahan publik. Menanggapi hal itu, Kemenkes menegaskan peningkatan jumlah kasus yang ditemukan bukan berarti penularan meningkat, melainkan karena cakupan layanan deteksi dini yang semakin luas.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni mengatakan, deteksi dini penting agar penderita segera mendapat terapi antiretroviral atau ARV.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko. Mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga,” kata Andi dalam siaran pers, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga :  RSU Murni Teguh Horas Insani Pematangsiantar Raih Penghargaan WSO Angels 2026

Rincian Data HIV di Sidoarjo Usia 0-24 Tahun

Kemenkes mencatat sejak 2001 hingga Juni 2026 terdapat 1.183 kasus HIV kumulatif pada usia 0-24 tahun di Kabupaten Sidoarjo. Rinciannya:

1. Usia 0-10 tahun: 117 kasus. Semua berasal dari penularan ibu ke anak. 32 anak masih hidup dan jalani ARV, 35 meninggal, 50 lost to follow up.
2. Usia 11-17 tahun: 60 kasus. 4 kasus penularan vertikal, 56 kasus penularan horizontal. 34 remaja masih pengobatan, 7 meninggal, 19 lost to follow up.
Kepala Dinkes Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut dari 60 kasus itu, saat ini 53 anak usia pelajar masih hidup dengan HIV.
3. Usia 18-24 tahun: 1.006 kasus. Sebagian besar penularan horizontal. 572 orang masih pengobatan, 123 meninggal, 311 lost to follow up.

Baca Juga :  Institut Kesehatan Helvetia Tingkatkan Kesadaran Ibu Hamil Lewat Edukasi ANC

Fokus Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak

Kemenkes juga menyoroti pentingnya program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak atau PPIA. Data 2022-Juni 2026 mencatat 163 ibu hamil dengan HIV di Sidoarjo.

Jika ibu hamil menjalani tes dan pengobatan ARV sejak awal, risiko penularan ke bayi bisa ditekan hingga di bawah 2 persen.

Tim Kemenkes telah melakukan supervisi ke Sidoarjo, termasuk ke Delta Crisis Center, untuk memverifikasi data dan mengevaluasi program pencegahan, pengobatan, serta pendampingan ODHIV.

Kemenkes mengimbau masyarakat tidak memberikan stigma kepada Orang dengan HIV dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika memiliki faktor risiko.

 

Penulis : Hairul Buhari

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSU Murni Teguh Horas Insani Pematangsiantar Raih Penghargaan WSO Angels 2026
Institut Kesehatan Helvetia Tingkatkan Kesadaran Ibu Hamil Lewat Edukasi ANC
Dosen Helvetia Medan Edukasi Ibu Balita Maksimalkan Buku KIA untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:09 WIB

Kemenkes Klarifikasi Isu 522 Pelajar di Sidoarjo Kena HIV: Data Sebenarnya 60 Kasus Usia 11-17 Tahun

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:44 WIB

RSU Murni Teguh Horas Insani Pematangsiantar Raih Penghargaan WSO Angels 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:11 WIB

Institut Kesehatan Helvetia Tingkatkan Kesadaran Ibu Hamil Lewat Edukasi ANC

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:01 WIB

Dosen Helvetia Medan Edukasi Ibu Balita Maksimalkan Buku KIA untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak

Berita Terbaru