MEDAN, SSOL.ID – Tim dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Edukasi Kunjungan ANC untuk Mendeteksi Tanda Bahaya Kehamilan” di Klinik Pratama Karya Bunda, Kota Medan, Senin (20/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai risiko dan komplikasi selama masa kehamilan.
Kegiatan dipimpin oleh Bd. Dewi Sartika, SST., MKM selaku ketua tim, didampingi Bd. Jitasari Tarigan Sibero, SST., M.Kes dan Bd. Yulida Effendi Nasution, S.Keb., SKM., M.Kes sebagai anggota dosen. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Puja Amanda dan Celine Limois.

Dalam penyuluhan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya melakukan kunjungan ANC secara rutin mulai dari trimester pertama hingga trimester ketiga.
Tim juga menjelaskan berbagai tanda bahaya kehamilan yang perlu segera mendapatkan penanganan tenaga kesehatan, seperti perdarahan, tekanan darah tinggi, pembengkakan berlebihan, nyeri perut hebat, berkurangnya gerakan janin, hingga keluhan lain yang berpotensi membahayakan ibu maupun janin.
Ketua tim pengabdian, Bd. Dewi Sartika, SST., MKM, menjelaskan bahwa masih banyak ibu hamil yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala.
“Sebagian ibu hamil masih menganggap kehamilan adalah proses yang selalu normal sehingga enggan melakukan pemeriksaan rutin. Padahal melalui kunjungan ANC, berbagai risiko kehamilan dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan rekomendasi pelayanan kesehatan, ibu hamil dianjurkan menjalani minimal enam kali kunjungan ANC selama masa kehamilan.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memantau kondisi kesehatan ibu dan janin sekaligus mendeteksi kemungkinan komplikasi sedini mungkin.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya konsultasi dengan dokter maupun bidan, pemeriksaan ultrasonografi (USG), serta menjaga pola hidup sehat selama kehamilan agar proses persalinan dapat berlangsung dengan aman.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab. Para ibu hamil tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar keluhan selama kehamilan, jadwal pemeriksaan yang dianjurkan, hingga langkah yang harus dilakukan apabila mengalami tanda-tanda kegawatdaruratan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Institut Kesehatan Helvetia Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui edukasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan ANC sehingga berbagai tanda bahaya kehamilan dapat dideteksi sejak dini, risiko komplikasi dapat diminimalkan, serta kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga hingga proses persalinan.
Penulis : Rahmat









