MEDAN,SSOL.ID– Pemandangan yang menyayat hati terlihat jelas di bawah kolong jembatan kanal, di wilayah Medan Johor, Tepatnya di Jalan Eka Sama sebagaimana di informasikan warga yang ditemui wartawan di lokasi. Satu kepala keluarga sudah sejak bulan ramadhan 2026 tinggal disana bersama lima orang anaknya, sempit-sempitan, berhimpitan dan gelam ketika malam.
Disana terlihat Sebuah gubuk berdinding spanduk bekas yang rapuh, menjadi satu-satunya tempat berlindung bagi sepasang suami istri beserta kelima anak mereka—di mana yang paling kecil baru berusia sekitar enam bulan.
Foto yang diambil di lokasi membuktikan betapa memprihatinkannya kondisi mereka,tanah basah dengan sampah yang tumpuk , tanpa ventilasi udara yang baik, tanpa akses air bersih maupun fasilitas buang air yang layak. Bahkan, terlihat sebuah tungku memasak dengan panci diatasnya.
Mereka terpaksa hidup di tengah risiko penyakit, serta ancaman cuaca, belum lagi bahaya lalu lintas dan aliran air di bawah jembatan setiap harinya. Gubuk berdinding spanduk terbalik itu.
Fakta ini mengemukakan pertanyaan tajam yang tak bisa diabaikan, Di mana letak hati para pejabat setempat dan pemerintah daerah?
Di saat program perumahan rakyat, anggaran bantuan sosial, serta janji perlindungan bagi warga rentan sering disuarakan di berbagai acara resmi, nyatanya masih ada keluarga—terutama anak-anak yang tak berdosa—yang harus bertahan hidup di kondisi yang jauh dari standar kemanusiaan seperti ini.
Keberadaan mereka di kolong jembatan adalah bukti nyata bahwa masih ada celah besar dalam pendataan warga miskin, penyaluran bantuan, serta perhatian serius terhadap hak dasar tempat tinggal di Kota Medan maupun Provinsi Sumatera Utara.
Sampai kapan nasib mereka hanya akan menjadi berita sesaat, sebelum kembali dilupakan? Kapan pemerintah akan benar-benar turun tangan, menemukan mereka, dan memberikan tempat tinggal yang layak serta harapan hidup yang lebih baik?
” Kemarin sempat diusir orang kecamatan habis di kasih bantuan, tapi balik lagi. Ya mungkin karena ngak ada tempat tinggal lah, mau kemana lagi mereka, mereka tiap hari bekerja mulung” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sekarang, tinggal kita lihat bagaimana penanganan pemerintah kota Medan akan kondisi ini.
Penulis : Yuli









