MEDAN, SSOL.ID – Siswa MAN 1 Medan mengharumkan nama Sumut di kancah internasional. Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) sekolah itu berhasil meraih Gold Medal di ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Osaka, Jepang.
Prestasi itu diraih berkat inovasi mengubah limbah Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi material bangunan berupa batu bata dan genteng.
“Inspirasi kami karena tiap hari terima MBG. Kami lihat banyak kulit buah terbuang. Akhirnya kami coba ubah jadi bahan bangunan,” kata Fauzul (16), salah satu anggota tim, Senin (13/7/2026).
Proses 14 Hari, Sempat Gagal
Fauzul menjelaskan, proses pembuatan memakan waktu sekitar 14 hari. Mulai dari pengeringan, penggilingan, pencetakan, hingga pembakaran selama 3-4 hari.
Awalnya tim sempat gagal karena salah komposisi. “Awalnya 2 kulit buah, 1 tanah liat. Gagal pas dibakar. Lalu kami ubah jadi 2 tanah liat, 1 kulit buah. Baru berhasil,” ujarnya.
Untuk mengumpulkan limbah, tim meminta bantuan guru untuk mengumpulkan sisa MBG di tiap kelas.
Bersaing dengan 98 Tim dari Indonesia
Ajang JDIE 2026 digelar WIIPA di Kansai Airport Conference Hall, 1-7 Juli 2026. Tim dari Indonesia ada sekitar 98 sekolah. Negara lain yang ikut antara lain Thailand, China, Arab Saudi, Inggris.
Pelatih tim, Doni Anggara menyebut juri menilai inovasi ramah lingkungan dan kemampuan presentasi dalam bahasa Inggris.
“Selain inovasi, kemampuan presentasi juga dinilai. Kami koordinasi dengan guru bahasa Inggris,” kata Doni.
Doni berharap inovasi ini mendapat dukungan pemerintah. Saat ini alat cetak dan pembakaran masih manual.
“Kalau didukung pemerintah, bisa dibuat pabrik. Ini bisa jadi tempat pengolahan limbah,” harapnya.
Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal mengaku bangga. “Ini bukti siswa madrasah mampu berinovasi dan bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Penulis : B. Nasution









