MEDAN, SSOL.ID — Pemerintah Kota Tanjungbalai tampil di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Wali Kota Mahyaruddin Salim menyebut ajang itu sebagai panggung promosi produk unggulan, budaya, dan investasi UMKM daerah.
Mahyaruddin hadir di pembukaan PRSU bersama Ketua TP-PKK Mashandayani Mahyaruddin, Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, dan jajaran OPD. Acara dibuka Wakil Gubernur Sumut H. Surya di Kompleks PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat, 3 Juli 2026 malam.
PRSU ke-50 Berlangsung 31 Hari
PRSU tahun ini mengusung tema “Harmoni Emas” dan digelar 3 Juli – 2 Agustus 2026. Seluruh kabupaten/kota se-Sumut ikut serta sebagai ajang promosi potensi daerah, pariwisata, investasi, dan budaya.
Mewakili Gubernur Sumut M. Bobby Afif Nasution, Wagub H. Surya mengatakan tema itu bermakna keberagaman Sumut yang menjadi pintu menuju kemajuan.
“‘Harmoni’ menggambarkan keberagaman masyarakat Sumut, sementara ‘Emas’ menggambarkan kemajuan dan tekad membawa Sumut lebih baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Surya.
Ia menegaskan PRSU bukan sekadar hiburan. “Di sinilah kita menunjukkan Sumut punya ragam budaya, UMKM, dan SDM berkualitas. Saya harap PRSU jadi wadah investasi, ekonomi, dan pariwisata yang berdampak berkelanjutan,” katanya.
Tanjungbalai Bawa Produk Lokal Unggulan
Di Paviliun Tanjungbalai, Pemko menampilkan produk binaan Dekranasda dan OPD terkait. Pengunjung bisa membeli:
1. Kriya & Tekstil: Kain ecoprint, songket, tanjak, tas batok kelapa, tempat tisu, gelang kerang.
2. Kuliner Khas: Keripik ikan teri crispy, tauco, terasi, ikan teri kemasan, aneka kerupuk, kue cucur, keripik, minuman mangga.
Produk itu merupakan hasil binaan Dekranasda Tanjungbalai, didukung Dinas Perdagangan & Perindustrian serta Dinas Nakerkop UMKM.
Mahyaruddin mengatakan, keikutsertaan Tanjungbalai di PRSU bertujuan mengenalkan identitas daerah lebih luas dan menarik minat investasi UMKM.
“PRSU ini ajang promosi produk unggulan, budaya, dan peluang investasi UMKM Tanjungbalai,” ujarnya.
Penulis : Herman Chan









