Menu MBG Ramadan di SMA Negeri 21 Medan Dikeluhkan Orang Tua : Kepala Sekolah Harus Kritisi Menu MBG !!

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa siswi SMA Negeri 21 Medan pada bulan Ramadan 2026 menuai keluhan dari orang tua siswa. Paket makanan yang diterima dinilai tidak mencerminkan komposisi gizi seimbang dan kualitas penyajian yang layak bagi anak usia sekolah.

Salah satu orang tua murid SMA Negeri 21 Medan, Yuli (45), mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu MBG yang diterima anaknya. Ia menyebut paket makanan hanya berisi roti kemasan 2 harga Rp.1500, kurma yang benyek, alpokat mentah.

Menurutnya, menu tersebut jauh dari harapan terhadap program yang mengusung pemenuhan gizi anak. Ia menilai paket makanan yang dibagikan lebih menyerupai makanan ringan ketimbang menu bergizi yang mampu menunjang kebutuhan nutrisi anak dan terkesan asal jadi dan ada saja.

“Anak saya mendapat roti 2, kurma bonyok, dan pokat mentah, udah itu saja. Sebenarnya sudah lama saya mau bersuara, tapi saya tahan, hari Senin mereka dapat telur bebek, dan telur bebek mentah, ada satu kelas 12 bahkan hampir rata telur bebek nya mentah, ada pula yang masak dan setengah masak. Menu bergizi apanya, anggarab Rp. 15.000 peranak apaan, bohong,” ujarnya, Rabu (26/2).

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Smart Village Madina Rp 9,4 M Kembali Naik Kepermukaan, Kejatisu Diminta Tetapkan Tersangka

Yuli, mengakui pola makan anak memang mengalami penyesuaian selama Ramadan karena menjalankan ibadah puasa. Namun, ia berharap paket makanan yang dibagikan tetap memperhatikan kebutuhan gizi harian anak, terutama untuk mendukung aktivitas belajar di sekolah.

Ia menilai, jika paket tersebut diperuntukkan sebagai menu berbuka atau cadangan sahur, maka tetap harus mengandung unsur karbohidrat yang cukup, protein yang memadai serta vitamin dari sayur atau buah.

Secara umum, kebutuhan gizi anak usia sekolah yang sedang butuh asupan gizi mencakup karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan, serta vitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh. Komposisi menu yang hanya terdiri atas roti, pokat, dan kurma dinilai belum memenuhi prinsip gizi seimbang sesuai pedoman konsumsi anak.

” Dan yang paling mengecewakan saya dengar dari anak-anak kalau asupan susu itu jarang sekali, sewaktu plt.Kepala sekolah yang lama nyaris jarang sekali ada menu susu. Setelah pergantian kepala sekolah yang baru baru lebih sering. Saya fikir, harusnya pihak sekolah lebih kritis untuk masalah pemberian MBG ini. Kalau gak masuk akal dengan angka Rp. 15.000 per anak menunya, kembalikan. Bukan diam saja. Dan ini sudah berlangsung lama loh, semenjak MBG masuk SMA Negeri 21 Medan, hanya saja ini yang terparah, ” tegas Yuli.

Baca Juga :  Tiga Kajari di Padang Lawas, Sampang, dan Magetan Diperiksa, Kejagung Tunjuk Plh

Ironisnya, saat hal tersebut dikeluhkan ke pihak orang tua, malamnya anak-anak mendapat wa berantai agar jika menu MBG nya tidak sesuai dan tidak baik harus melaporkan ke guru agar guru melaporkan ke pihak Sekolah dan MBG.

” Kenapa baru sekarang? Setelah ada temuan orang tua siswa baru geger, setelah orang tua siswa laporkan ke pihak Dinas Pendidikan dan Pemerintahan kota Medan? Selama ini kemana aja? Kenapa tunggu di protes. Inilah yang buat orang tua waswas dengan menu MBG, bukan tidak sedikit loh yang keracunan gara-gara MBG. Apa harus ada jatuh korban baru pihak sekolah protes? Pihak MBG pun Jangan karena letak sekolah SMAN 21 Medan jauh dari jangkauan terus suka-suka kalian buat menu, nyawa anak-anak taruhannya, kalau terjadi apa-apa gimana?, kalau tidak sanggup lambaikan tangan angkat bendera merah, ganti, Jangan hanya untuk kepentingan bisnis, anak-anak jadi korban, itu uang Negara, dan setau saya setiap pekan menu MBG itu dipriksa oleh Kepala sekolah, ini kok lolos,” tutup Yuli.

 

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stop Politisasi Potongan Video Ceramah Jusuf Kalla: Umat Kristen Tetap Tenang!
Bukti Tambahan Masuk ke Kejari Madina, Peluang Naiknya Status Kasus Dana Desa Hutabangun Jae Menguat
Komisi III DPR RI Kritik Polres Langkat: Siswi Jadi Tersangka Gegara Menggigit Dinilai Tak Masuk Akal
Kadisnaker Disinyalir Sebar Hoax di Tengah Isu Buruh Tewas
JPU Tuntutan Bandar Narkoba 10 Tahun Penjara
HARI Kota Medan Desak Kapolsek Medan Area Tangkap Pelaku Penganiayaan Jukir di Pasar Sukaramai
Tambang Ilegal di Lahan PT PSU Diduga Dibiarkan, Bendahara Satma AMPI Madina: Jangan Ada Pembiaran Sistematis!”
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Silaturahmi Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Bersama Tokoh ASLAB
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:27 WIB

Stop Politisasi Potongan Video Ceramah Jusuf Kalla: Umat Kristen Tetap Tenang!

Rabu, 15 April 2026 - 23:11 WIB

Bukti Tambahan Masuk ke Kejari Madina, Peluang Naiknya Status Kasus Dana Desa Hutabangun Jae Menguat

Rabu, 15 April 2026 - 22:05 WIB

Komisi III DPR RI Kritik Polres Langkat: Siswi Jadi Tersangka Gegara Menggigit Dinilai Tak Masuk Akal

Rabu, 15 April 2026 - 19:31 WIB

Kadisnaker Disinyalir Sebar Hoax di Tengah Isu Buruh Tewas

Rabu, 15 April 2026 - 19:29 WIB

JPU Tuntutan Bandar Narkoba 10 Tahun Penjara

Berita Terbaru

Daerah

JPU Tuntutan Bandar Narkoba 10 Tahun Penjara

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:29 WIB