Tali Asih Atlet di HAORNAS Deli Serdang Dibatalkan, Aktivis Muda, Ariswan” Jangan Lukai Semangat Olahraga di Hadapan Publik”

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELISERDANG, SUARASUMUTONLINE ID- Keputusan kontroversial Ketua FORKI Deli Serdang yang membatalkan nama tiga atlet karate yang seharusnya menjadi penerima tali asih dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pada peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) telah menimbulkan kegaduhan publik.

Bukan hanya soal hak yang dirampas, tetapi juga tentang moral dan integritas institusi olahraga yang patut dipertanyakan.

Ariswan, aktivis muda Sumatera Utara turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tindakan pengurus FORKI Deli Serdang tidak mencerminkan semangat pembinaan atlet yang profesional dan transparan.

“Jika benar surat resmi dari KONI sudah jelas meminta data atlet berprestasi untuk diberikan penghargaan dan sudah diproses oleh Disbudporapar, maka tindakan pembatalan sepihak oleh pengurus cabang olahraga, apalagi dengan alasan tidak layak tanpa proses klarifikasi terbuka, ini sangat mencederai semangat mereka para atlet,” ujar Ariswan saat dimintai tanggapannya oleh SUARASUMUTONLINE. ID, Sabtu (11/10).

Baca Juga :  Aktivis Hukum Universitas Battuta : Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Landasan Penegakan Hukum Dan Moralitas Bangsa

Ia menambahkan, regulasi pembinaan dan penghargaan atlet sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Nasional, sangat jelas menekankan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas. Penghargaan bagi atlet berprestasi bukanlah ruang untuk kompromi kepentingan.

“Apabila ada persoalan administrasi atau miskomunikasi, maka itu seharusnya menjadi bahan evaluasi internal, bukan justru menimbulkan diskriminasi terhadap atlet yang sudah bekerja keras membawa nama baik daerah,” kata Ariswan.

Ariswan juga menyayangkan sikap diam Ketua FORKI Deli Serdang yang hingga berita ini dirilis belum memberi klarifikasi kepada publik. Ia mendesak agar KONI Sumatera Utara dan Dispora Provinsi turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Kita tidak boleh membiarkan atlet muda tumbuh dalam iklim pembinaan yang kurang sehat. Jika pengurusnya tak lagi berorientasi pada kepentingan atlet, maka sudah saatnya dilakukan perombakan total,” tegasnya.

Baca Juga :  _Sambungan_ (Serial Opini Trisula Weda) "NOTONAGORO INDONESIA Sub Judul DINAMIKA POLITIK NASIONAL"

Selain itu, Ariswan juga meminta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk tidak tunduk pada tekanan sepihak dan segera memulihkan hak para atlet karate yang telah dihapus dari daftar penerima penghargaan. Menurutnya, citra pemerintah daerah dan kredibilitas acara HAORNAS telah dipertaruhkan oleh keputusan yang kurang etis dan dapat menimbulkan preseden buruk.

“Mereka yang membatalkan ini harus dihadapkan pada pertanggungjawaban publik. Karena atlet bukan pion politik olahraga, mereka adalah aset bangsa,” tutupnya.

Kasus ini menjadi cermin gelap dunia olahraga lokal yang masih terjebak dalam ego sektoral dan tata kelola organisasi yang di duga belum profesional. Momentum HAORNAS seharusnya menjadi pengingat bahwa kehormatan dalam olahraga dimulai dari keadilan, bukan sekadar seremoni.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peran Negara Saat Darah Rakyat Dihisab Pinjol
Refleksi akhir tahun Ketua MKGR Kota Medan. M.Ihsan Kurnia.
Sepanjang 2025, Kejaksaan Tinggi Sumut Telah Laksanakan Kegiatan dan Pencapaian Luar Biasa
_Sambungan_ (Serial Opini Trisula Weda) “NOTONEGORO INDONESIA AGREGASI KHALIFAH – DINAMIKA POLITIK NASIONAL
_Sambungan_ (Serial Opini Trisula Weda) “NOTONAGORO INDONESIA Sub Judul DINAMIKA POLITIK NASIONAL”
_Sambungan_ : (Serial Opini Trisula Weda) “NOTONAGORO INDONESIA Sub Judul SANGHYANG RASA DAN INSAN KHALIFAH”
_Sambungan_ (Serial Opini Trisula Weda) “REZIM EDAN-EDANAN” NOTONEGORO INDONESIA AGREGASI KHALIFAH,_Sub Judul :_ SHANGYANG RASA DAN INSAN KHALIFAH
Refleksi Akhir Tahun Diukur dari IPM ” Peran Bank Plat Merah Penyalur Dana Kur Tidak Lepas
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 21:33 WIB

Peran Negara Saat Darah Rakyat Dihisab Pinjol

Minggu, 28 Desember 2025 - 13:48 WIB

Refleksi akhir tahun Ketua MKGR Kota Medan. M.Ihsan Kurnia.

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:00 WIB

Sepanjang 2025, Kejaksaan Tinggi Sumut Telah Laksanakan Kegiatan dan Pencapaian Luar Biasa

Rabu, 24 Desember 2025 - 21:08 WIB

_Sambungan_ (Serial Opini Trisula Weda) “NOTONEGORO INDONESIA AGREGASI KHALIFAH – DINAMIKA POLITIK NASIONAL

Jumat, 19 Desember 2025 - 22:03 WIB

_Sambungan_ (Serial Opini Trisula Weda) “NOTONAGORO INDONESIA Sub Judul DINAMIKA POLITIK NASIONAL”

Berita Terbaru

Daerah

Pemkab Deli Serdang Anggarkan Rp 3 Miliar Untuk Balairung

Minggu, 18 Jan 2026 - 12:01 WIB