MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota dalam percepatan penanganan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Muttaqien Hasrimy, melalui Sekretaris Dinas, Rochani Litiloly, sebagai langkah memastikan pemulihan akses transportasi dan kelancaran distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Dijelaskan Rochani, kondisi jalur darat menuju Sibolga dan Tapteng masih belum pulih sepenuhnya. Saat ini, jalur sejauh 20 km Tarutung–Sibolga baru bisa dilalui hingga Kilometer 39 karena beberapa titik masih tertutup material longsor.
“Jalur alternatif seperti jalur Pakkat mulai menunjukkan perkembangan karena sudah bisa dilalui kendaraan kecil, dan rute via Aceh Singkil menuju Manduamas–Barus juga bisa ditempuh, meski jaraknya lebih jauh,” ujarnya Rabu (3/12) sore.
Rochani menambahkan, Pemprov Sumut tidak bisa bekerja sendiri dan diperlukan koordinasi bersama pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk menuntaskan hambatan akses darat.
“Sehingga arus logistik dan bantuan dapat kembali berjalan maksimal, serta upaya penanganan darurat seperti pembersihan material longsor, penataan jalur aman, dan pemulihan infrastruktur terus dilakukan di titik-titik prioritas,” tuturnya.
Pemprov Sumut berharap percepatan penanganan bencana dan pembukaan akses transportasi dapat segera terlaksana.
“Maka dengan demikian, mobilitas masyarakat, pengiriman logistik, dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak dapat berjalan lebih baik dan cepat,” ucapnya.
Penulis : Yuli









