PADANG SIDEMPUAN,SSOL.ID – Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (PMUSU) Brian Rumasingap, mempertanyakan kinerja aparat kepolisian dan pihak lembaga pemasyarakatan terkait penemuan 6,4 kilogram ganja di dalam Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan.
Ia menilai penemuan narkotika dalam jumlah besar di dalam lapas merupakan peristiwa yang sulit diterima akal sehat publik.
Menurut Brian, temuan 6,4 kilogram ganja tidak boleh berhenti hanya pada pengumuman penemuan barang bukti. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin narkotika dalam jumlah besar dapat masuk ke dalam lingkungan lapas yang memiliki sistem pengamanan berlapis, petugas jaga, pemeriksaan barang, hingga pengawasan internal.
” Publik membutuhkan jawaban yang jelas, siapa yang memasukkan, siapa yang melindungi, dan siapa yang harus bertanggung jawab,” katanya, Minggu (7/6).
Brian juga secara terbuka meminta agar Polres Padangsidimpuan untuk serius dalam mengusut kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Ia meminta penyidik tidak hanya fokus pada penemuan barang bukti, tetapi mengungkap jalur masuk, jaringan pemasok, serta kemungkinan keterlibatan oknum yang memiliki akses ke dalam lapas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kasus ini merupakan ujian integritas bagi aparat penegak hukum. Brian menilai akan menjadi ironi besar apabila 6,4 kilogram ganja ditemukan di dalam lapas, namun tidak ada pihak yang mampu menjelaskan dari mana barang tersebut berasal dan bagaimana proses distribusinya bisa lolos dari pengawasan.
“Jika asal-usul 6,4 kilogram ganja ini tidak mampu diungkap secara terang-benderang, maka gelar maka akan mengecewakan masyarakat terhadap penegakan hukum yang kehilangan arah dan keberanian untuk mengungkap kebenaran,” pungkasnya.
Penulis : Yuli









