Bobby Nasution Sebut Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Pakai Extra Flight

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID- Sebuah unggahan yang menarasikan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Sumut tertahan di Monokwari, Papua Barat, dan tidak bisa pulang viral di media sosial. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan jika mereka bakal pulang menggunakan penerbangan tambahan atau extra flight.

“Jadi solusinya, besok pagi mereka akan pulang, kita siapkan penerbangan extra fligh dari maskapai dari Lion Grup, jadi langsung terbang dari Papua langsung ke Medan,” kata Bobby Nasution di Kantor Gubsu, Selasa (30/6).

Bobby menjelaskan jika penyebab polemik itu adalah karena adanya kesalahan dari Biro Kesra Sumut. Padahal Bobby mengaku sudah meminta agar tiket pulang langsung dipesan.

“Itu memang mis atau kesalahan dari Kesra, yang harusnya sebelum mereka berangkat saya sudah wanti-wanti karena mereka sudah audiensi, saya sampaikan tolong persiapan tiket pulangnya,” ujarnya.

Anggaran kontingen Pesparawi Sumut disebut kurang karena adanya kenaikan harga tiket pesawat. Sehingga Pemprov Sumut membantu tiket pesawat pulang.

“Karena kita tahu anggaran yang mereka siapkan harusnya cukup, tapi ada kenaikan harga tiket pesawat, jadi nggak cukup. Jadi dari Pemprov akan menalangi, tapi sampai hari kepulangan tidak dibayar tiketnya,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah unggahan yang menarasikan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Sumut tertahan di Monokwari, Papua Barat, dan tidak bisa pulang viral di media sosial. Ketua rombongan Pesparawi kontingen Sumut Berkat Laoly pun meluruskan persoalan itu.

Baca Juga :  Razia Pekat, Satpol PP Bersama Tim Gabungan Amankan 25 Orang dan 1 WNA Suriah

Dalam unggahan yang dilihat, Selasa (30/6), terlihat sejumlah orang terduduk di sebuah lokasi yang diduga bandara. Dinarasikan jika mereka tertahan dan tidak bisa pulang ke Sumut karena persoalan tiket pesawat.

“LPPD lagi, kontingen Pesparawi dari Sumatera Utara tertahan di Monokwari,” demikian tertulis dalam unggahan itu.

Berkat Laoly menilai jika narasi yang diunggah itu terlalu dibuat-buat. Dia pun menjelaskan soal pemberangkatan 259 orang yang tergabung dalam kontingen Sumut.

“Itu narasinya terlalu dibuat-buat, jadi begini rombongan Sumatera Utara itu jumlahnya 259 orang terbagi dua kali pemberangkatan, rombongan pertama 140 itu berangkat tanggal 15 Juni dan berlomba tanggal 22-23 Juni, rombongan itu pulang tanggal 27 semuanya sudah pulang. Lalu datang kontingen kedua jumlahnya 120 orang itu datang tanggal 24-25 Juni karena perlombaan mereka tanggal 26-27 Juni,” kata Berkat Laoly saat dihubungi.

Kontingen kedua itu lah yang disebut-sebut tertahan di Monokwari. Berkat mengungkap jika kendala utamanya adalah jadwal penerbangan dari Monokwari ke Medan yang hanya ada satu maskapai.

Baca Juga :  WFH Perdana ASN, Layanan Imigrasi Tetap Normal

“Hari ini saja sudah berangkat kurang lebih 50 orang balik ke Medan, saat ini masih dalam perjalanan, jadi sisa itu karena hanya ada satu pesawat yang terbang ke Manokwari ini yaitu Lion Air,” ungkapnya.

Ia mengatakan, seluruh kontingen ingin pulang pada hari yang sama, namun tiket pesawat tidak ada karena keterbatasan maskapai. Kemudian mereka ramai-ramai datang ke bandara dan berharap diberangkatkan hari ini.

“Akhirnya kita bagi, ada yang berangkat tanggal 30, mereka berebut pengin pulang terlebih dahulu, ada temannya yang sudah bisa berangkat ada yang belum, inilah yang kemudian mereka ribut, padahal kita sudah jelaskan kondisinya,” ujarnya.

Berkat menyebutkan persoalan ini bukan hanya terjadi terhadap kontingen Sumut. Kontingen dari provinsi lain juga tidak mendapatkan tiket pesawat.

“Bukan hanya kita tertahan di sana, malah kemarin ada juga dari Sulawesi akhirnya mereka naik kapal ke Sorong, Nabire, daripada menunggu di Monokwari,” sebutnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan penginapan dan makanan untuk peserta yang masih di Monokwari. Rencananya, seluruh peserta bakal pulang besok ke Medan.

“Kita rombongan Sumut bukan karena tidak ada uang, kita sudah siapkan penginapan, makanan. Besok semua udah pulang itu,” tuturnya.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejati Sumut Raih Peringkat III Pengelolaan APBN Mitra KPPN Medan II
Guru MAN 1 Deli Serdang Raih Runner-Up Duta Guru Bank Indonesia Sumatera Utara 2026
Ketua Harian DPP HARI Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80
Gubernur Salurkan ZIS Rp3,5 Miliar kepada 5.051 Penerima Manfaat
HUT Ke- 436 Medan, Rico Waas Ajak Semua Pihak Bersinergi
Pemko Medan Targetkan Rp 17 M dalam Rakernas APEKSI
Harga BBM Nonsubsidi Turun 1 Juli 2026, Pertamax Turbo Rp19.300 dan Dexlite Rp19.700 per Liter
Pemerintah Freeze Tarif Listrik Juli-September 2026, 13 Golongan Nonsubsidi Tetap
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:55 WIB

Kejati Sumut Raih Peringkat III Pengelolaan APBN Mitra KPPN Medan II

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:53 WIB

Guru MAN 1 Deli Serdang Raih Runner-Up Duta Guru Bank Indonesia Sumatera Utara 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:51 WIB

Ketua Harian DPP HARI Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:49 WIB

Gubernur Salurkan ZIS Rp3,5 Miliar kepada 5.051 Penerima Manfaat

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:44 WIB

Pemko Medan Targetkan Rp 17 M dalam Rakernas APEKSI

Berita Terbaru