Massa GAMPERA Demo DPRD Pematangsiantar, Desak Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Diusut

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMATANGSIANTAR, SSOL.ID – Puluhan massa dari Garda Muda Peduli Masyarakat (GAMPERA) nekat memanjat pagar gerbang utama gedung DPRD Pematangsiantar Jalan Sutomo, Rabu (23/9/2026). Mereka sudah menunggu lama ingin bertemu Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Lingga, tapi tak kunjung ditemui.

Aksi dimulai pukul 09.30 WIB, diawali dengan long march. Setelah hampir 90 menit berdiri di luar gerbang tanpa kepastian, kesabaran massa habis juga. Ketegangan pun pecah. Mereka terlibat aksi dorong dengan petugas keamanan yang terus mengunci gerbang rapat-rapat. Beberapa peserta aksi memanjat pagar besi, menerobos masuk ke halaman gedung dewan.

Indra Simarmata, Koordinator Lapangan GAMPERA, mengatakan mereka mendesak lembaga legislatif menindak tegas dugaan pemakaian ijazah palsu Paket C oleh salah satu anggota DPRD berinisial CL.

“Kasus ini sudah mulai dari 2024, tapi sampai sekarang masih abu-abu, nggak jelas penyelesaiannya. Salah satu anggota DPRD, inisial CL, diduga pakai ijazah Paket C yang palsu. Kami mau Badan Kehormatan Dewan buka-bukaan saja. Jangan DPRD malah diam,” ujar Indra.

Baca Juga :  DPRD Sumut Komitmen Kawal Pembangunan Nias

Dirinya juga mengkritik BKD DPRD Pematangsiantar yang menurutnya terlalu lamban dan terkesan tak mau ambil tindakan atas dugaan pelanggaran hukum dan etika ini.

Setelah desakan makin memanas, Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Franky Boy Saragih, akhirnya keluar menemui massa. Ia mengatakan Ketua DPRD tidak ada di tempat dan sudah menunjuk dirinya untuk menampung aspirasi demonstran.

“Ketua DPRD meminta saya untuk menemui dan mendengar langsung aspirasi kalian,” ujar Franky di hadapan massa.

Menanggapi protes soal BKD yang lamban, Franky menegaskan pimpinan dewan sebenarnya tak punya wewenang untuk menentukan keaslian dokumen anggota DPRD. Menurutnya, itu tugas BKD dan penegak hukum. Franky mengatakan BKD sendiri lagi terkendala, ketuanya sedang sakit dan sedang berada di luar negeri untuk berobat.

Di tengah aksi, ada pemandangan tak biasa. Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Pematangsiantar membentangkan spanduk imbauan damai. Cara baru ini cukup menarik perhatian, karena biasanya unjuk rasa di kota ini dijaga lebih tegas.

Baca Juga :  Bupati Deli Serdang Minta Pembangunan Harus Berbasis Kajian dan Prioritas

Setelah dua jam tensi tinggi, aksi demonstrasi akhirnya mereda. Franky Boy Saragih bersedia menandatangani Berita Acara Kesepakatan dan Komitmen Tindak Lanjut.

Dalam dokumen tersebut ditegaskan dua hal utama: pertama, jika ada unsur pidana, kasus sepenuhnya dilimpahkan ke lembaga penegak hukum. Kalau terbukti melanggar kode etik atau syarat PAW, proses hukum dan etik tetap berlanjut sesuai aturan.

Kedua, DPRD janji akan memberi jawaban resmi atas tuntutan GAMPERA maksimal dalam 7 x 24 jam sejak dokumen mereka tanda tangani. Kalau butuh waktu lebih lama karena proses klarifikasi lintas instansi, DPRD bakal kasih pemberitahuan tertulis.

Armada Simorangkir, pimpinan aksi, menerima hasil itu tapi tetap pasang ancaman keras.

“Kami pegang komitmen ini. Kalau sampai 7 x 24 jam tidak jelas tindak lanjutnya, kami akan turun lagi ke jalan dengan massa yang lebih besar,” ucapnya sembari membubarkan diri dengan tertib. (*)

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Deli Serdang Minta Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Dilakukan Secara Objektif dan Berkeadilan 
Wakil Bupati Deli Serdang Apresiasi Sanggar Tamora 88 Sebagai Wadah Pelestarian Budaya Melayu
Pemkab Deli Serdang Rencanakan Beasiswa dan Penambahan 217 Ruang Kelas pada 2027
Masuk 125 Besar KEN 2026, Festival Berlabuh Jadi Etalase Seni Deli Serdang 
Wakil Bupati Deli Serdang Dorong Pengembangan Bambu Sebagai Nilai Ekonomi 
Pemkab Deli Serdang Perkuat Koordinasi Pengaduan Pelayanan Publik
Razia Lalin 3 Jam di Madina Disorot, Amarullah Minta Pengawasan Tak Tebang Pilih
Eftah Kades Sigara-gara Galakkan Program Peduli UMKM Untuk Kemajuan Desa
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Bupati Deli Serdang Minta Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Dilakukan Secara Objektif dan Berkeadilan 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Apresiasi Sanggar Tamora 88 Sebagai Wadah Pelestarian Budaya Melayu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pemkab Deli Serdang Rencanakan Beasiswa dan Penambahan 217 Ruang Kelas pada 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Dorong Pengembangan Bambu Sebagai Nilai Ekonomi 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Deli Serdang Perkuat Koordinasi Pengaduan Pelayanan Publik

Berita Terbaru