TAPANULI TENGAH,SUARASUMUTONLINE.ID – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, sempat terseret arus banjir ketika mengunjungi korban banjir bandang dan longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Sabtu (6/12).
Insiden terjadi setelah Masinton menyerahkan bantuan beras dan logistik kepada warga. Arus deras tiba-tiba datang dari hulu Sungai Hutanabolon dan hampir menyeretnya. Beruntung, para relawan yang mendampingi sigap memegang kedua tangan Masinton dan berhasil menariknya hingga mencapai lokasi yang lebih aman.
Dalam kunjungannya, Masinton menyaksikan kondisi sungai yang dipenuhi ribuan kubik kayu gelondongan dan batu besar akibat banjir bandang pada 25 November lalu.
“Sungai ini adalah Aek Godang di daerah Tukka. Sekarang alirannya dipenuhi potongan kayu yang terbawa banjir,” ujarnya.
Ia menjelaskan kayu-kayu tersebut menutupi hampir seluruh aliran sungai Aek Godang, bahkan mencapai puluhan ribu batang. Kondisi itu menyebabkan aliran sungai bergeser dan masuk ke pemukiman warga.
“Untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah ini akan membutuhkan waktu lama karena aliran sungai sudah berubah dan tersumbat kayu,” kata Masinton.
Ia menegaskan pentingnya menjaga hutan dan tidak menebang pohon di daerah hulu secara liar. “Inilah akibatnya jika hutan rusak. Bencana yang terjadi sangat dahsyat,” tegasnya.
Sebelumnya, Masinton menyapa warga korban, memberikan motivasi, dan menyampaikan rasa duka atas musibah yang menimpa masyarakat Hutanabolon dan seluruh Tapteng. “Kita harus bangkit dan tetap semangat menghadapi cobaan ini. Mari kita berdoa agar kondisi Tapteng segera pulih,” ucapnya.
Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Tapteng akan terus membantu para korban selama masa pemulihan. “Sejauh kemampuan kami, akan kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai kondisi benar-benar pulih,” tutur Masinton.
Penulis : Yuli









