MEDAN, SSOL.ID — Sekitar 30 jamaah umroh asal Kabupaten Mandailing Natal atau Madina terlantar di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Rabu (19/8/2026). Mereka tidak mendapat kepastian jadwal keberangkatan ke Tanah Suci dari biro perjalanan Sultan Andalus Haromain.
Ketua DPC Gerakan Rakyat Indonesia Baru atau GRIB Jaya Madina Samsuddin Lubis mengutuk keras tindakan manajemen travel tersebut. Ia menilai kejadian itu sebagai bentuk penelantaran.
“Kami dari DPC GRIB Jaya Madina mengutuk keras tindakan tidak bertanggung jawab dari manajemen travel Sultan Andalus Haromain. Ini bentuk penelantaran yang sangat fatal,” ujar Samsuddin dalam pernyataan resmi, Rabu.
Samsuddin menyoroti adanya jamaah lansia di dalam rombongan. Ia khawatir kondisi fisik mereka menurun akibat kelelahan.
“Apalagi di dalam rombongan itu ada orang tua kita yang sudah lansia. Jika kondisi kesehatan mereka drop akibat ditelantarkan seperti ini, siapa yang mau bertanggung jawab?” katanya.
Selain menyoroti travel, Samsuddin juga mengkritik sikap Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madina dan Kanwil Kemenag Sumut yang dinilainya lambat merespons.
“Kami meminta pertanggungjawaban penuh, tidak hanya dari pihak travel Sultan Andalus Haromain, tetapi juga dari Kandepag Madina dan Kandepag Sumut. Mereka seolah-olah tutup mata, tidak ada respon cepat atau tindakan nyata di lapangan,” ucapnya.
Tuntutan GRIB Jaya Madina:
1. Travel segera memberangkatkan jamaah atau mengembalikan seluruh biaya beserta ganti rugi.
2. Kemenag Madina dan Kanwil Kemenag Sumut turun ke lokasi dan memfasilitasi jamaah.
3. Rekomendasi pencabutan izin operasional travel Sultan Andalus Haromain.
4. Aparat penegak hukum memanggil dan memeriksa pengelola travel atas dugaan penipuan dan penelantaran.
Samsuddin menegaskan pihaknya siap mendampingi korban hingga mendapat keadilan dan penanganan medis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak travel Sultan Andalus Haromain dan perwakilan Kemenag Madina serta Kemenag Sumut belum memberikan keterangan resmi.
Penulis : Hotman









