LASKaR dan Pemuda Tanjungbalai Suarakan Peran Aktif Anak Muda Jelang HUT ke-81 RI

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNG BALAI, SSOL. ID – Dalam momentum menyambut 81 tahun Kemerdekaan Indonesia, Lembaga Advokasi dan Studi untuk Kedaulatan Rakyat (LASKaR) bersama puluhan organisasi kepemudaan menggelar malam silaturahmi sekaligus refleksi rakyat untuk menegaskan peran pemuda dalam pembangunan daerah. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam (13/8) di Babah Coffee Kitchen, Kota Tanjungbalai, dirancang untuk menggerakkan kolaborasi antara pemuda, pemerintah dan masyarakat sipil menuju visi “Tanjungbalai Emas.”

Acara ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, pers dan LSM. Dari pemerintahan tampak hadir Asisten I Pemerintah Kota Tanjungbalai, Drs. Fitra Hadi, M.I.Kom., mewakili Walikota. Sejumlah pimpinan DPD KNPI dan OKP juga ambil bagian, termasuk Sekretaris DPD KNPI Ade Fahreza dan Wakil Ketua DPD KNPI Ahmad Fauzi Hasibuan, S.H.

Founder LASKaR, H. Ucok Roufdy, membuka refleksi dengan penegasan bahwa peran pemuda bukan sekadar simbolik.

“Pemuda harus terus berperan dalam lintasan perjalanan sejarah bangsa Indonesia,” ujarnya, mengingatkan bahwa spirit kemerdekaan mesti menjadi bahan bakar keterlibatan generasi muda dalam menentukan arah pembangunan.

Perwakilan pemerintah menyorot hal yang sama Drs. Fitra Hadi menegaskan bahwa kemajuan daerah ditopang keberanian melakukan perubahan.

Baca Juga :  DPW BKPRMI Sumatera Utara Periode 2026-2031 Resmi Dilantik di Pematangsiantar

“Bangsa atau negara yang maju adalah bangsa yang berani memulai, melakukan dan menciptakan perubahan-perubahan,” kata Fitra, menyerukan agar perangkat daerah memberi ruang lebih besar bagi inisiatif pemuda. Para pemuda peserta meminta janji itu diwujudkan lewat kebijakan konkret.

Sekretaris DPD KNPI Ade Fahreza menekankan perlunya akses yang lebih luas bagi kaum muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan lokal.

Sementara Wakil Ketua DPD KNPI Ahmad Fauzi Hasibuan menyatakan kesiapan pemuda bersinergi demi kemajuan kota.

“Kami siap membangun persatuan bersama seluruh potensi pemuda lainnya demi kemajuan kota tercinta, Tanjungbalai Emas,” katanya.

Sikap rekonsiliasi juga muncul dalam forum. Tokoh pemuda dan aktivis sosial Sulaiman Marpaung mengakui bahwa dialog yang terlaksana meredam gesekan internal dan memperkuat semangat persatuan. Awalnya skeptis terhadap gagasan penyatuan KNPI, Sulaiman mengaku luluh setelah melihat komitmen kebersamaan dalam acara tersebut.

Pentingnya kesinambungan

Peserta sepakat malam silaturahmi bukan sekadar ceremonial. Mereka menuntut tindak lanjut berupa program-program pemberdayaan pemuda: pelatihan keterampilan, akses pembiayaan usaha mikro, ruang partisipasi dalam perencanaan publik, dan mekanisme kolaborasi antarlembaga. Aktivis menilai tanpa agenda konkret, momentum 81 tahun kemerdekaan berisiko hanya menjadi simbol.

Baca Juga :  Pemko Sampaikan SE Tentang Pelarangan Calon PMI Non Prosedural dan Tata Cara Persyaratan Menjadi Calon PMI Secara Prosedural

Analisis: dari simbol ke aksi

Kegiatan di Tanjungbalai merefleksikan dinamika yang lebih besar: kota-kota kecil di Indonesia menuntut peran muda yang lebih nyata dalam tata pemerintahan dan pembangunan ekonomi lokal. Selama ini, hambatan utama adalah kurangnya akses, birokrasi yang tertutup, dan fragmentasi organisasi kepemudaan. Tanpa jembatan kebijakan dan anggaran yang jelas, deklarasi persatuan berpotensi berhenti pada retorika.

Apa yang perlu dilakukan

Pemerintah daerah perlu menetapkan agenda kerja sama formal dengan organisasi pemuda, termasuk alokasi anggaran program pemberdayaan.

Lembaga kepemudaan harus menyusun prioritas aksi terukur (keterampilan wirausaha, advokasi kebijakan, partisipasi perencanaan).

Pers dan LSM berperan mengawal translasi janji ke program konkret serta transparansi realisasi.

Penutup

Malam silaturahmi LASKaR dan pemuda Tanjungbalai menegaskan bahwa semangat peringatan kemerdekaan seharusnya melahirkan aksi. Jika janji keterlibatan pemuda diubah menjadi kebijakan dan program nyata, momentum 81 tahun RI dapat menjadi titik awal transformasi menuju Tanjungbalai yang lebih berdaya saing. (*)

Penulis : Herman Chan

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wapres Gibran Kunker ke Tapteng, Sibolga dan Tapsel Tinjau Lokasi Pasca Bencana
Kolaborasi Pemko dan Pemuda Berbicara: Wujudkan Tanjungbalai EMAS melalui Program P4GNPN
GM GRIB Jaya Madina Desak Kejari Periksa MJS Terkait Dugaan Korupsi Smart Village
Warga Tualang Perbaungan Sergai Keluhkan BPNT 2026 Diduga Tidak Tepat Sasaran, Lurah Berikan Penjelasan
TAMPERAK Desak Audit Data dan Jejak Digital 377 Desa Terkait Dana Desa
1.370 Anak Putus Sekolah di Madina, HMI Cabang Mandailing Natal Soroti Konsistensi Pemerintah
Bupati Madina Diminta Tindak Rangkap Jabatan PPPK dan Anggota BPD di Lubuk Apundung I
Walikota Mahyaruddin Salim Letakkan Batu Pertama Rehab Gedung RSUD dr Tengku Mansyur Tanjungbalai
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:05 WIB

Wapres Gibran Kunker ke Tapteng, Sibolga dan Tapsel Tinjau Lokasi Pasca Bencana

Jumat, 4 September 2026 - 05:52 WIB

Kolaborasi Pemko dan Pemuda Berbicara: Wujudkan Tanjungbalai EMAS melalui Program P4GNPN

Kamis, 3 September 2026 - 16:44 WIB

GM GRIB Jaya Madina Desak Kejari Periksa MJS Terkait Dugaan Korupsi Smart Village

Kamis, 3 September 2026 - 12:19 WIB

TAMPERAK Desak Audit Data dan Jejak Digital 377 Desa Terkait Dana Desa

Kamis, 3 September 2026 - 12:17 WIB

1.370 Anak Putus Sekolah di Madina, HMI Cabang Mandailing Natal Soroti Konsistensi Pemerintah

Berita Terbaru