Ada “Uang Arisan” di Pemkab Batubara, Sekjen AJAR: Periksa Sekda Batubara Norma Deli Siregar

- Jurnalis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal (Sekjen) LSM Aliansi Jurnalis Anti Rasuha (AJAR) Syaifuddin Lubis jumat (8/8)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) LSM Aliansi Jurnalis Anti Rasuha (AJAR) Syaifuddin Lubis jumat (8/8)

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Kasus dugaan suap yang terjadi di birokrasi Pemkab Batubara diminta harus menjadi prioritas Kejaksaan Agung RI untuk mengungkap ‘Uang Arisan’ yang dikelolah oleh Sekreraris Daerah Norma Deli Siregar sejak masa Bupati Zahir.

Dugaan suap dengan modus uang arisan tersebut kini menjadi belenggu bagi para kepala OPD yang masuk daftar tunggu calon tersangka di lembaga penegak hukum.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) LSM Aliansi Jurnalis Anti Rasuha (AJAR) Syaifuddin Lubis pun mendesak Kejaksaan Agung RI segera membongkar dugaan suap dengan modus uang arisan yang dikelolah oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Batubara Norma Deli Siregar.

“Banyak kepala OPD yang curhat kepada saya soal uang arisan itu, tiap bulan mereka harus setor ke Sekda. Memang jumlahnya bervariasi dan tergantung dengan OPD nya, kalau anggaran OPD besar ya uang arisannya pun juga ikut besar,” ungkap Syaifuddin di sebuah kafe di kawasan Menteng 7, Kota Medan, Jumat (8/8).

Baca Juga :  Wali Kota Tanjungbalai Kunker ke Kemenkes, Advokasi Program Pengembangan Layanan RSUD dr Tengku Mansyur dan Puskesmas

Jumlah uang arisan yang dikutip tersebut bervariasi, kata Syaifuddin, mulai dari minimal Rp. 5 juta sampai Rp. 20 juta per bulan, kepada masing masing Kepala OPD Pemkab Batubara.

Selanjutnya uang arisan itu dikelolah oleh Norma Deli untuk dibagi-bagikan kepada masing masing pimpinan lembaga penegak hukum yang ada di Kabupaten Batubara.

Norma Deli juga dinilai menjadi belenggu bagi lembaga penegak hukum yang ada di Kabupaten Batubara. Dugaan suap modus uang arisan tersebut telah dijadikannya sebagai alat bargaining untuk melumpuhkan kepala OPD yang melawan perintahnya.

Terbaru di publik ramai yang ditangkap dari Pemkab Barubara yaitu Kadis Perkim Lendi Aprianto yang kini ditahan di Lapas Labuhan Ruku.

“Kabarnya Lendi Aprianto ini melaporkan Sekda Batubara Norma Deli ke Kejati Sumut. Selang beberapa bulan kemudian, giliran Lendi yang dilaporkan oleh salah satu LSM ke Kejari Batubara. Tak lama dari laporan itu masuk ke Kejari, Lendi Aprianto pun ditangkap Kejari Batubara,” beber Syaifuddin Lubis.

Baca Juga :  Lailatul Badri, " Setiap Gedung dan Pabrik Wajib Miliki Sertifikat Keselamatan Kebakaran "

Menurut Syaifuddin, Kejaksaan Agung RI harus segera mengkup peran Sekda Batubara Norma Deli yang mengelolah dugaan suap dengan modus uang arisan tersebut. Agar lembaga penegakan hukum di Kabupaten Batubara tidak terbelenggu dengan kelakuaan Norma Deli.

“Kita ingatkan juga Bupati Baharuddin Siagian untuk menjaga jarak dengan Norma Deli Siregar. Jangan sampai Baharuddin terkena bias dari dugaan suap uang arisan yang dikelolah oleh Sekda Batubara Norma Deli,” cetusnya.

Syaifuddin pun berencana melaporkan Sekda Batubara Norma Deli Siregar ke Kejaksaan Agung RI terkait dugaan korupsi anggaran sekretariat Pemkab Batubara tahun 2023 sampai 2024.

“Saat ini kita masih pulbaket untuk menguatkan laporan kita ke Kejaksaan Agung. Tapi kita sudah dapat informasi soal uang arisan Kepala OPD yang dikelolah Norma Deli ini telah diketahui oleh tim pengawasan dari Kejaksaan Agung,” tutupnya.

Penulis : Yoelie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan
Sejumlah Proyek Strategis Nasional Diduga Bikin Rugi PT Pelindo
Dugaan Penyalahgunaan Dana Pokir, GAMSU Desak Kejagung Periksa Oknum DPRD Langkat
Aliansi Pemuda Sumut Demo Pemko Binjai, Tuntut Kabag Perekonomian Dicopot
Pemda Diminta Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pematangsiantar Menanti Petunjuk Teknis
Di Duga Lemah Pengawasan, Proyek Irigasi Rp 588 Jura di Lokkung Raya Simalungun Retak Dini
Proyek Rekontruksi Jalan Dinas PUTR Simalungun Terkesan Asal Jadi
Kejatisu Tahan GM PT Yodya Karya (Persero) Dalam Kasus Dugaan Korupsi Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Tele
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:15 WIB

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:04 WIB

Sejumlah Proyek Strategis Nasional Diduga Bikin Rugi PT Pelindo

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:38 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Dana Pokir, GAMSU Desak Kejagung Periksa Oknum DPRD Langkat

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:32 WIB

Aliansi Pemuda Sumut Demo Pemko Binjai, Tuntut Kabag Perekonomian Dicopot

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:31 WIB

Pemda Diminta Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pematangsiantar Menanti Petunjuk Teknis

Berita Terbaru