MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID– Wali siswa penerima bantuan tas, sepatu dan perlengkapan sekolah program dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Medan senilai Rp 16 Miliar anggaran tahun 2024 tersebut mengaku kecewa dengan kwalitas sepatu, tas yang diberikan. Tidak hanya terkesan murahan, belum lagi genap satu bulan di pakai, resleting tas pemberian Pemko Medan itu sudah rusak.
” Bukan kami tidak berterima kasih, tapi besar harapan kami bantuan yang diberikan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Medan itu awet dan tahan lama. Jadi kami lebih terbantu dan mengurangi pengeluaran kami untuk peralatan sekolah anak-anak kami. Tapi lihat lah, ini tas belum sebulan di kasih, resleting nya udah copot,sepatu juga sudah lekang. Mau tidak mau kami beli lagi lah, yang bantuan ini tak bisa dipake. Tas ini kami betulin gak bisa lagi karena resleting nya calus,” sesal IM ( 34) warga Jalan Pelita penerima bantuan perangkat sekolah dari Dinas Pendidikan kota Medan, Senin (19/1).

Tak hanya tas, sepatu sekolah bantuan juga menuai sorotan. Sepatu berwarna hitam bermerek “Black Yellow” dinilai memiliki kualitas biasa, bahkan terkesan murahan, dan tidak mencerminkan nilai anggaran yang digelontorkan pemerintah.
“Kami bersyukur ada bantuan dari pemerintah, tapi kualitasnya sangat disayangkan. Untuk anak sekolah, seharusnya barang yang diberikan bisa dipakai lama,” tambahnya.
Padahal sebelumnya, Pemerintah Kota Medan melalui Disdikbud dengan bangga menyerahkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah kepada 40.000 siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution di UPT SMP Negeri 1 Medan, Selasa (16/7) kala itu.
Dalam laporan resmi, Kepala Disdikbud Kota Medan Benny Sinomba Siregar, melalui Sekretaris Disdikbud Kiki Zulfikar, menyebutkan bantuan ini merupakan program yang telah berjalan untuk ketiga kalinya.
Sebelumnya diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan tercatat menganggarkan lebih dari Rp16 miliar pada Tahun Anggaran 2024 untuk pengadaan atribut siswa SMP kurang mampu.
Berdasarkan penelusuran pada laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, anggaran tersebut terbagi dalam dua paket besar.
Pertama, paket penggandaan seragam sekolah siswa miskin SMP senilai Rp11.123.500.000 yang meliputi pakaian sekolah muslim, atribut seragam SMP, serta sepatu sekolah (Kode RUP 47965088).
Kedua, paket pengadaan tas ransel SMP sebesar Rp5.000.000.000 dengan volume pekerjaan 20.000 unit (Kode RUP 47965087).
Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp16 miliar, dengan jadwal pemanfaatan barang dari Juli hingga Desember 2024, serta pelaksanaan kontrak berlangsung sejak Maret hingga Juli 2024.
Kasus ini juga bergulir di Kejaksaan Negeri Medan dan telah memanggil Pejabat berwenang yakni Sekretaris Disdikbud Medan yang juga PPTK untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi perlengkapan sekolah yang merugikan negara hampir Rp.1 miliar.
Penulis : Yuli









