MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/906/KPTS/2025 tertanggal 24 Desember 2025, status Tanggap Darurat Bencana di Provinsi Sumatera Utara resmi diperpanjang hingga 31 Desember 2025.
Merespons kebijakan tersebut, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan distribusi beras Cadangan Pangan Pemerintah (CBP) terus berjalan lancar bagi warga terdampak bencana.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan pihaknya fokus mendukung pemerintah daerah dan Dinas Ketahanan Pangan dalam penyediaan logistik darurat.
“Sampai saat ini, Bulog telah mengeluarkan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah sebanyak kurang lebih 4.000 ton. Beras tersebut disalurkan melalui pemerintah daerah atau dinas terkait kepada masyarakat terdampak bencana,” kata Budi, Minggu (28/12).
Selain fokus di Sumut, Bulog juga berperan aktif membantu korban bencana di wilayah Aceh. Melalui kolaborasi lintas instansi, total 310 ton beras telah dikirimkan melalui jalur udara.
“Kami bekerja sama dengan TNI AU melalui Lanud Soewondo dan BNPB melalui Bandara Kualanamu untuk memastikan bantuan pangan sampai ke Aceh tepat waktu,” ucapnya.
Di tengah masa tanggap darurat, Bulog tetap menjalankan misi stabilisasi harga dan penyaluran bantuan sosial reguler. Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus digelontorkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK), pasar, koperasi, serta kemitraan dengan TNI-Polri guna menjaga harga tetap terjangkau di tingkat konsumen.
Selain itu, bantuan pangan gratis berupa beras dan minyak goreng sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial untuk 844.696 penerima telah mencapai realisasi sekitar 90 persen.
Menanggapi dampak kerusakan lahan sawah akibat bencana terhadap ketahanan pangan daerah, Budi menegaskan terdapat empat poin utama yang menjadi perhatian Bulog, salah satunya adalah pengalihan pasokan dari wilayah lain apabila produksi lokal berkurang.
“Bulog menjamin pasokan di daerah yang sawahnya rusak akan dipenuhi dari gudang-gudang terdekat. Meskipun terjadi kerusakan lahan, stok Bulog yang masih melimpah memastikan ketersediaan pangan di pasar tidak akan terganggu secara signifikan,” ujarnya.
Budi menambahkan, Bulog akan segera melakukan penyerapan gabah di wilayah-wilayah yang memasuki masa panen sebagai langkah antisipasi penguatan stok tahun 2026.
“Kami optimistis panen dapat terserap dengan baik dan stok di gudang saat ini sangat aman untuk memenuhi kebutuhan rutin hingga beberapa bulan ke depan,” tuturnya.
Penulis : Yuli









