APH Didesak Usut Pinjaman Rp75 Miliar Bupati Nias Utara ke Bank Sumut, Sarat Kejanggalan, Periksa Semua Yang Terkait

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID — Aktivis Anti Korupsi Sumatera Utara, Ariswan secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan langkah hukum terhadap pinjaman Pemerintah Kabupaten Nias Utara senilai Rp75 miliar kepada Bank Sumut yang dinilai sarat kejanggalan dan berpotensi melanggar prinsip tata kelola keuangan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Ariswan pada Jumat, (26/12).

” Kita minta agar APH segera jemput bola atas perkara ini, semua harus di priksa, berulang kalinya kejadian kredit macet di bank Sumut itu ya awalnya seperti ini, di kasih aja terus. Ujung-ujungnya bermasalah dan jadi temuan, KPK lah, BPK lah, kejaksaan lah, apa ngak jera Bank Sumut ini, ” Tanya Ariswan

Ariswan menilai persoalan tersebut bukan lagi sekadar isu administratif pemerintahan daerah, melainkan telah menjadi persoalan hukum publik yang menyangkut keuangan negara serta tanggung jawab konstitusional pejabat negara terhadap rakyat.

Baca Juga :  Direktur CV Sigber Jaya Dituntut 1,3 Tahun Atas Dugaan Korupsi Rekontruksi Jalan Huta Ginjang-Sitanggor Taput

Menurut Ariswan, pinjaman dengan nilai sangat besar yang dilakukan oleh kepala daerah wajib diawasi secara ketat dan terbuka.

Ketika publik tidak mendapatkan penjelasan yang memadai terkait peruntukan, mekanisme, serta realisasi penggunaan anggaran, maka aparat penegak hukum tidak boleh bersikap pasif.

Ariswan menegaskan bahwa APH memiliki kewenangan hukum untuk melakukan audit, penyelidikan, dan pendalaman terhadap pinjaman tersebut guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan wewenang atau perbuatan melawan hukum.

Ia menyampaikan bahwa dugaan penyimpangan keuangan daerah, terlebih dalam jumlah puluhan miliar rupiah, merupakan ancaman serius terhadap kepercayaan publik dan stabilitas tata kelola pemerintahan.

Ariswan juga secara terbuka meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mengambil sikap tegas dan memberikan perintah langsung kepada aparat penegak hukum agar segera bertindak sesuai amanat undang-undang dan konstitusi.

Menurut Ariswan, komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan memastikan setiap dugaan penyimpangan keuangan negara ditangani secara cepat, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Baca Juga :  Ketua PN Medan Lantik Dua Hakim AD Hoc PHI

” Tidak boleh ada ruang kompromi dalam penegakan hukum, terlebih jika menyangkut pengelolaan keuangan daerah yang bersumber dari kepercayaan dan hak rakyat, ” tegasnya.

Audit dan pemeriksaan hukum terhadap pinjaman Pemerintah Kabupaten Nias Utara kepada Bank Sumut bukan bentuk kriminalisasi, melainkan langkah konstitusional untuk memastikan bahwa setiap rupiah uang negara digunakan secara sah, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

” pembiaran terhadap dugaan penyimpangan keuangan daerah dapat menciptakan preseden buruk dan melemahkan wibawa negara hukum, ” tambahnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum dalam menjaga integritas sistem pemerintahan dan melindungi kepentingan publik.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adik Kandung Jadi Kontraktor, Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp 22 Miliar
6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar
Polrestabes Medan Amankan 4 Pelaku Begal Bersenjata Tajam di Lau Dendang
MA Kabulkan PK Alwi Mujahit, Vonis Kasus Korupsi APD Covid-19 Turun Jadi 8 Tahun Penjara
Kejatisu Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat
Diduga Ilegal, Warga Minta Galian Batuan di Lau Seprang Dihentikan
Eks Kadinsos Samosir Divonis Satu Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Banjir Rp516 Juta
Dua Terdakwa Perkara Pengrusakan Alat Berat Milik PT. Universal Gloves di Patumbak-Deli Serdang Divonis 1 Tahun Penjara
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:13 WIB

Adik Kandung Jadi Kontraktor, Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp 22 Miliar

Sabtu, 7 November 2026 - 12:19 WIB

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar

Sabtu, 7 November 2026 - 10:20 WIB

Polrestabes Medan Amankan 4 Pelaku Begal Bersenjata Tajam di Lau Dendang

Sabtu, 7 November 2026 - 10:10 WIB

MA Kabulkan PK Alwi Mujahit, Vonis Kasus Korupsi APD Covid-19 Turun Jadi 8 Tahun Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 10:06 WIB

Kejatisu Eksekusi Lahan 105 Ha Hutan Mangrove yang Jadi Sawit di Langkat

Berita Terbaru